Nama pulau ini mungkin terdengar janggal. Namun, pulau ini memiliki spot wisata yang menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Keberadaan menjadikan bak surga wisata.
Saat ini, Kelabba Maja menjadi salah satu tempat wisata yang cukup menarik perhatian para wisatawan, termasuk pelancong asing seperti dari Australia, Jerman, dan yang lainnya.
Dirangkum Erakini, Jumat (14/8/2026), Kelabba Maja berada di Desa Wadumeddi, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, NTT. Kawasan ini dikenal karena bentang alam berupa tebing dan bukit dengan lapisan tanah berwarna merah, cokelat, putih, hingga abu-abu yang terbentuk melalui proses geologi dan erosi dalam waktu yang panjang.
Sejarah Kelabba Maja
Nama Kelabba Maja disebut berasal dari gabungan kata Ke'labba yang berarti tanah abu; dan Maja, nama dewa dalam kepercayaan setempat.
Menurut tradisi masyarakat Sabu, Kelabba Maja berkaitan dengan Dewa Maja yang dihormati oleh sebagian masyarakat Dusun Kelanalalu, Kecamatan Hawu Mehara. Kawasan ini dianggap sakral dan masih digunakan untuk ritual adat pada waktu tertentu.
Kelabba Maja terdiri atas tiga batu besar yang melambangkan bapak, ibu, dan anak. Di antara batu tersebut terdapat altar persembahan bagi Dewa Maja yang digunakan untuk pemotongan hewan kurban sebagai doa keselamatan dan kesuburan.
Ritual biasanya dilakukan pada bulan Juli saat purnama, dengan sesajen berupa sorgum, kacang hijau, dan ayam merah. Kawasan ini juga dikelilingi formasi batu granit yang menjadi salah satu daya tariknya.
Daya Tarik Wisata di Kelabba Maja Kelabba Maja memiliki bentang alam yang khas serta nilai budaya yang berkaitan dengan tradisi masyarakat Sabu. Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dari karakter kawasan ini.
Karakteristik utama Kelabba Maja adalah lapisan batuan dan tanah dengan variasi warna yang membentuk pola alami pada lereng bukit. Kombinasi warna tersebut merupakan hasil perbedaan komposisi mineral dan proses pelapukan batuan.
Lanskap ini sering dijadikan objek fotografi karena memiliki tekstur dan kontur yang berbeda dengan kawasan perbukitan pada umumnya.
Gradasi warna batuan Kelabba Maja tampak berbeda bergantung pada kondisi pencahayaan alami. Pada pagi dan sore hari, sudut datang cahaya matahari mempertegas kontras lapisan merah, cokelat, putih, dan abu-abu sehingga pola batuan terlihat lebih jelas.
Selain bentang alamnya, Kelabba Maja memiliki nilai budaya bagi masyarakat setempat. Beberapa lokasi di kawasan ini masih dikaitkan dengan tradisi dan cerita rakyat Pulau Sabu. Karena kesakralannya yang sangat dijaga, pengunjung tidak diperkenankan mengucapkan kata-kata kotor atau makian ketika berada di tempat ini, serta tidak boleh naik ke puncak batu keseimbangan.
Di Kelabba Maja pengunjung dapat menjelajahi beberapa titik pandang untuk mengamati gradasi warna bukit dari berbagai sudut. Kondisi langit yang cerah pada musim kemarau umumnya membuat warna lapisan tanah terlihat lebih kontras.
Di salah satu bagian kawasan terdapat formasi batu yang oleh masyarakat dikenal sebagai batu keseimbangan. Formasi ini menjadi salah satu objek yang sering dikunjungi karena bentuknya yang unik sekaligus memiliki makna simbolis dalam budaya lokal.
Cara Menuju Kelabba Maja Kelabba Maja berada di Pulau Sabu, sehingga perjalanan menuju kawasan ini perlu dilanjutkan dengan transportasi udara atau laut dari Kupang.
Perjalanan menuju destinasi ini diawali dari Kota Kupang sebagai pintu gerbang utama menuju Pulau Sabu. Pilihan rute dapat disesuaikan dengan jadwal dan kondisi perjalanan.
Pilihan tercepat adalah menggunakan penerbangan perintis dari Bandara El Tari, Kupang (KOE), menuju Bandar Udara Tardamu (SAU) di Pulau Sabu. Bandar Udara Tardamu masih menjadi bandara yang melayani penerbangan menuju Sabu Raijua.
Setelah tiba di Bandara Tardamu, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menggunakan kendaraan sewa, mobil, atau sepeda motor menuju Kelabba Maja.
Alternatif lainnya adalah menggunakan kapal dari Pelabuhan Tenau atau Dermaga Bolok di Kupang menuju Pelabuhan Seba, Pulau Sabu.
Layanan kapal terdiri atas kapal feri maupun kapal cepat, dengan lama perjalanan ke Pulau Sabu sekitar 8–13 jam, bergantung pada jenis kapal, kondisi cuaca, dan jadwal pelayaran.
Setelah sampai di Pelabuhan Seba, Anda dapat melanjutkan perjalanan darat menuju Kelabba Maja menggunakan kendaraan sewa.
Kelabba Maja hanya dapat dijelajahi melalui trekking singkat di jalur berbatu menuju beberapa titik pandang. Namun, jalurnya tidak memerlukan perlengkapan pendakian khusus, hanya disarankan menggunakan alas kaki yang memiliki daya cengkeram baik, karena medan berupa batuan dan tanah terbuka.
Objek wisata Kelabba Maja buka setiap hari pukul 07.00–17.00 WITA. Tiket masuk dikenakan sesuai ketentuan pengelola dengan besaran yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Waktu berkunjung yang direkomendasikan adalah musim kemarau. Umumnya antara Mei hingga Oktober, menjadi periode yang sering dipilih wisatawan karena curah hujan lebih rendah dan kondisi langit relatif cerah.
Tips Berkunjung ke Kelabba Maja
Kondisi medan dan nilai budaya Kelabba Maja perlu menjadi pertimbangan selama kunjungan. Beberapa hal berikut dapat diperhatikan agar aktivitas tetap aman dan tidak mengganggu lingkungan maupun kawasan yang dianggap sakral.
1. Gunakan sepatu atau sandal outdoor yang sesuai untuk medan berbatu.
2. Bawa air minum, topi, serta tabir surya karena kawasan memiliki vegetasi yang terbatas.
3. Hindari mendekati bibir tebing yang rapuh demi alasan keselamatan.
4. Tetap berada pada jalur yang telah disediakan oleh pengelola.
5. Hormati nilai budaya masyarakat setempat dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu lokasi yang dianggap sakral.
6. Terapkan prinsip Leave No Trace dengan membawa kembali seluruh sampah pribadi.