Waspadai Sering Skip Sarapan Pagi, Ini Dampaknya pada Tubuh Menurut Ahli Gizi!
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Sarapan bukan hanya rutinitas pagi, tetapi fondasi penting untuk energi, fokus, dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Meski sering dianggap sepele, melewatkan sarapan ternyata dapat memicu berbagai dampak negatif pada tubuh, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Beberapa orang melewatkan sarapan karena merasa belum lapar, terburu-buru, atau sengaja membatasi kalori. Padahal, tubuh telah berpuasa sepanjang malam, dan sarapan berperan penting sebagai ‘bahan bakar’ pertama yang mengaktifkan kembali fungsi tubuh dan otak. Jika dilewatkan, tubuh Anda bisa mengalami gangguan pada metabolisme, hormon, hingga kestabilan emosi.
Berikut penjelasan para pakar mengenai apa yang benar-benar terjadi pada tubuh saat kamu tidak sarapan, dilansir Erakini dari laman Eating Well, Sabtu (4/10/2025)!
1. Energi Menurun dan Otak Sulit Fokus
Ketika bangun pagi, kadar gula darah biasanya berada pada titik rendah. Jika kamu tidak segera mengisi tubuh dengan makanan bergizi, kamu bisa mengalami kelelahan, penurunan konsentrasi, dan bahkan gangguan suasana hati.
Menurut ahli nutrisi Marcie Vaske, otak sangat bergantung pada glukosa—sumber utama energi yang berasal dari karbohidrat. Sarapan yang sehat biasanya mengandung karbohidrat kompleks yang dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah sepanjang pagi.
2. Hormon Stres Bisa Terganggu
Tidak makan dalam waktu lama dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh, khususnya kortisol—hormon yang terkait dengan stres, suasana hati, dan respons tubuh terhadap tekanan.
Dr Laura Purdy menjelaskan bahwa kadar kortisol secara alami tinggi di pagi hari dan akan menurun seiring waktu. Sarapan bisa membantu menstabilkan ritme ini. Jika kamu terbiasa melewatkan sarapan, kadar kortisol bisa tetap tinggi lebih lama, yang pada akhirnya dapat memicu stres berlebih, mudah marah, atau kecemasan.


















