Ilustrasi - Penjelasan lebih baik mana antara sarapan sebelum atau setelah olahraga. (Foto: Pixabay).
JAKARTA (ERAKINI) - Bagi mereka yang rutin berolahraga di pagi hari, sering muncul pertanyaan: sebaiknya makan dulu atau tidak? Ada yang berpendapat bahwa mengisi perut sebelum olahraga penting untuk performa maksimal, namun ada pula yang menyarankan sebaliknya demi pembakaran lemak yang lebih efektif. Lalu, mana pilihan terbaik?
Melansir Alodokter, jawabannya dari pertanyaan tersebut yaitu bergantung pada kebutuhan dan reaksi tubuh masing-masing individu. Bila tubuh Anda tetap bertenaga dan tidak mengalami gejala seperti pusing saat berolahraga tanpa sarapan, maka melewatkannya tidak menjadi masalah. Namun jika olahraga dalam kondisi perut kosong membuat Anda merasa lemah atau tidak fokus, maka sebaiknya konsumsi makanan terlebih dahulu.
Jenis olahraga juga memengaruhi keputusan ini. Untuk aktivitas fisik ringan seperti yoga, peregangan, atau jalan santai, umumnya Anda tetap bisa melakukannya tanpa makan sebelumnya, asalkan tubuh dalam kondisi sehat. Sebaliknya, olahraga yang intens seperti lari cepat, angkat beban, atau HIIT membutuhkan energi lebih besar, sehingga sarapan lebih dianjurkan.
Mengisi perut sebelum memulai aktivitas fisik memberikan berbagai manfaat, mulai dari peningkatan energi dan daya tahan tubuh, hingga mendukung kekuatan otot selama latihan. Sarapan juga mempercepat pemulihan tubuh setelah olahraga selesai.
Namun, penting untuk memperhatikan apa yang Anda makan. Jika Anda memiliki waktu tiga hingga empat jam sebelum mulai berolahraga, pilih menu yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat—misalnya kentang kukus dengan lauk ayam tanpa lemak dan sayuran atau kacang-kacangan.
Jika waktu makan Anda lebih mepet, misalnya satu hingga dua jam sebelum olahraga, pilih camilan ringan dan mudah dicerna seperti bubur, buah-buahan, granola, atau smoothies.
Berolahraga tanpa sarapan, atau dalam kondisi fasting, juga punya kelebihan. Salah satunya adalah memaksimalkan pembakaran lemak sebagai sumber energi, yang dapat mendukung penurunan berat badan. Namun, metode ini hanya cocok jika tubuh Anda kuat dan tidak mudah merasa lemas saat beraktivitas fisik.
Jika Anda memilih berolahraga tanpa makan terlebih dahulu, sangat disarankan untuk segera mengisi energi setelah sesi olahraga selesai. Tujuannya adalah untuk memulihkan tenaga dan membantu proses regenerasi otot. Waktu ideal untuk makan adalah secepat mungkin, maksimal beberapa jam setelah latihan.
Menu setelah olahraga sebaiknya mengandung nutrisi seimbang, mirip dengan sarapan: karbohidrat untuk menggantikan energi yang hilang, protein untuk memperbaiki otot, dan sedikit lemak sehat. Contoh menu bisa berupa nasi dengan ayam panggang dan sayuran tumis.
Tidak ada pendekatan yang sepenuhnya salah atau benar. Baik makan sebelum berolahraga maupun tidak, keduanya bisa diterapkan sesuai dengan kenyamanan dan respons tubuh masing-masing. Bila masih ragu, Anda bisa mencoba kedua opsi tersebut secara bergiliran untuk melihat mana yang paling cocok bagi Anda.
Yang terpenting adalah memperhatikan asupan nutrisi yang mendukung aktivitas fisik. Jangan makan dalam porsi besar sebelum olahraga karena dapat menimbulkan gangguan pencernaan. Selain itu, jaga kebutuhan cairan Anda agar tubuh tetap terhidrasi.
Sebagai panduan umum: minum 2–3 gelas air dalam 2–3 jam sebelum latihan, lalu sekitar setengah hingga satu gelas setiap 15–20 menit selama olahraga berlangsung, dan akhiri dengan minum 2–3 gelas setelah olahraga untuk menggantikan cairan yang hilang.