Kuliah sudah menjadi keharusan bagi anak mengingat tuntutan dunia kerja. Namun, tingginya biaya kuliah menjadi beban berat bagi banyak orang tua. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) - Kuliah sudah menjadi keharusan bagi anak mengingat tuntutan dunia kerja. Namun, tingginya biaya kuliah menjadi beban berat bagi banyak orang tua.
Dunia kerja yang semakin kompetitif mau tidak mau mengharuskan si anak memiliki setidaknya gelar S1, walaupun itu bukan jaminan.
Karenanya, orang tua perlu berpikir keras menyiapkan dana pendidikan anak-anak untuk memastikan mereka memiliki kesempatan yang baik di masa depan.
Terlebih bagi pasangan muda, dimana sang anak masih butuh perjalanan panjang untuk menempuh Pendidikan. Saat ini saja uang kuliah sudah cukup memberatkan, mungkin bisa dibanyangkan 10-15 tahun mendatang.
Seiring dengan tren inflasi, bisa dipastikan setiap tahun biaya pendidikan mengalami kenaikan. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah Anda sudah menyiapkan dana untuk kuliah anak?
Bagi orang tua yang menghadapinya, tentu usaha apapun akan dilakukan agar buah hati mendapatkan pendidikan yang maksimal untuk masa depannya. Namun kerja saja tidak cukup. Orang tua perlu menyiapkan strategi dan perencanaan dana pendidikan bagi anak, sehingga pada saatnya tiba tidak terjerat utang sana-sini.
Dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (14/8/2024), berikut beberapa tips menyiapkan biaya pendidikan anak agar tidak terjerat utang:
1. Tentukan Jenjang Pendidikan
Masing-masing keluarga tentu punya prioritas pendidikan yang diinginkan. Jika ingin semua jenjang pendidikan di swasta, maka semua jenjang perlu diidentifikasi,baik TK, SD, SMP, SMA dan tempat kuliah, perlu dipastikan.
Jika memutuskan bahwa untuk pendidikan dasar bisa di sekolah negeri, maka penyiapan dana terbesar bisa berfokus pada universitas. Tapi jangan lupa menyiapkan beberapa rencana cadangan untuk pilihan sekolah ini, sehingga jika ada hambatan saat mulai masuk sekolah, selalu ada alternatif penggantinya.
2. Kumpulkan semua data tentang biaya pendidikan.
Jika sudah menetapkan sekolah mana yang menjadi pilihan, maka kumpulkan data mengenai biaya apa saja yang dibutuhkan untuk masuk ke sekolah tersebut. Biasanya, selain biaya SPP yang dibayarkan bulanan, ada uang pangkal ketika pertama kali masuk, uang kegiatan dan uang buku yang perlu dibayarkan setiap tahun ajaran baru dan mungkin juga ada tambahan sumbangan sukarela.
Jika Anda secara khusus ingin mengembangkan minat dan bakat anak, maka perlu juga lebih dini melakukan identifikasi minat dan bakat sehingga dapat mempersiapkan dana tambahan untuk pengembangannya.
3. Pahami Inflasi Pendidikan
Data Badan Pusat Statistik, inflasi bulan Juni 2024 untuk kelompok pendidikan mengalami kenaikan sebesar 1,69% y-o-y. Ini artinya, potensi kenaikan biaya Pendidikan setiap tahun pasti ada.
Maka itu, jika rajin membandingkan SPP beberapa universitas negeri, bahkan bisa mengukur inflasi SPP masing-masing kampus, bisa sangat membantu ke depan. Perlu dicatat bahwa inflasi biaya pendidikan nyatanya jauh lebih besar dibanding data inflasi BPS.
4. Perhitungkan Waktu
Setelah mengumpulkan informasi tentang total biaya untuk setiap jenjang sekolah, perhitungkan juga inflasi pendidikan berdasarkan waktu mulai pendidikan anak. Tanpa mempertimbangkan ini, biaya yang telah dihitung bisa berubah.
Misalnya, jika anak Anda saat ini berusia 2 tahun dan akan memulai playgroup tahun depan, diikuti TK, SD, SMP, SMA, dan kuliah di universitas idaman, penting untuk menghitung total waktu yang dibutuhkan sehingga biaya setelah inflasi bisa diidentifikasi.
Berdasarkan perkiraan biaya uang pangkal sekolah dengan inflasi 5%, maka Anda sudah punya gambaran menyiapkan dana pendidikan mulai playgroup hingga kuliah.
5. Menentukan Tujuan dan Biaya
Mulailah dengan menghitung estimasi biaya kuliah berdasarkan jenis pendidikan yang diinginkan (misalnya, universitas negeri vs swasta, di dalam negeri vs luar negeri. Maka itu, pertimbangkan berapa tahun lagi anak akan memulai kuliah dan gunakan informasi ini untuk merencanakan tabungan.
6. Menyusun Rencana Keuangan
Buat anggaran bulanan yang termasuk kontribusi untuk tabungan pendidikan. Pertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian dari pendapatan untuk dana pendidikan secara konsisten. Investasi bisa jadi pilihan. Namun, pilih instrumen investasi yang sesuai dengan jangka waktu dan toleransi risiko Anda. Beberapa opsi termasuk tabungan pendidikan khusus, reksa dana, saham, atau obligasi.
7. Tabungan Pendidikan Khusus
Di beberapa negara, ada produk keuangan khusus seperti reksa dana pendidikan yang dirancang untuk menumbuhkan dana pendidikan dengan cara yang terkelola. Selain itu ada juga asuransi Pendidikan. Beberapa asuransi jiwa menawarkan manfaat pendidikan sebagai bagian dari polis mereka, yang dapat memberikan perlindungan dan tabungan untuk pendidikan anak.
8. Memanfaatkan Beasiswa dan Bantuan Finansial
Beasiswa di Indonesia bahkan luar negeri sebenarnya cukup banyak tersedia, baik dari pemerintah, lembaga swasta, atau perguruan tinggi itu sendiri.
Tetapi tentu syaratnya ketat, salah satu nilai akademik. Buat yang mengincar beasiswa sebagai solusi, maka pastikan nilai akademik terjaga dengan baik dari sekarang.
Itulah beberapa tips mempersiapkan pendidikan anak. Dengan persiapan dan perencanaan yang matang, maka Anda dapat membantu memastikan bahwa anak-anak memiliki akses ke pendidikan berkualitas.