Kehadiran buah-buahan yang kerap menghiasi perayaan Imlek ternyata memiliki makna. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Tahun Baru Imlek biasanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa dengan ragam makanan untuk disantap bersama keluarga. Namun, ada yang tidak boleh ketinggalan tersaji, yakni buah.
Kehadiran buah-buahan yang kerap menghiasi perayaan Imlek ternyata memiliki makna. Buah memiliki makna simbolis dan mencerminkan harapan saat perayaan Imlek. Dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (8/2/2024), berikut sejumlah buah yang memiliki makna saat perayaan Imlek:
1. Jeruk Mandarin Buah pertama yang identik dengan Imlek adalah jeruk mandarin. Jika melihat jeruk mandarin di pasar atau di supermarket, memang lekat sekali warna orangenya, mengingatkan dengan perayaan Sincia.
Jeruk mandarin atau yang juga disebut dengan jeruk ponkam memiliki makna simbolis yang baik dalam perayaan Tahun Baru Imlek dalam tradisi Tionghoa. Buah ini dipercaya sebagai simbol kekayaan dan kemakmuran dari warnanya.
Dalam bahasa Kanton, nama jeruk mandarin terdengar seperti emas, sehingga buah ini menjadi simbol kemakmuran.
Tak hanya itu, jeruk ponkam juga dianggap sebagai simbol keberuntungan karena bunyi kata "jeruk" dalam bahasa Tionghoa, "jú," memiliki kesamaan bunyi dengan kata "keberuntungan" atau "jí."
2. Apel
Apel juga menjadi salah satu buah wajib yang banyak dihadirkan di setiap perayaan hari besar Tionghoa. Hal ini karena apel juga memiliki makna simbolis yang baik.
Apel dipercaya melambangkan kesejahteraan dan kesehatan. Bunyi kata "apel" dalam bahasa Tionghoa, "pingguo," memiliki kesamaan bunyi dengan kata pingan, yang berarti "aman dan sehat."
Buah apel juga melambangkan keinginan akan kedamaian. Apel juga dipercaya melambangkan keberuntungan dan kekayaan. Apel hijau melambangkan uang dan apel merah melambangkan kemakmuran serta kelimpahan. Dengan adanya buah ini, diharapkan setahun kedepan dilimpahi banyak rezeki.
3. Buah Naga Buah berwarna merah adalah unsur perayaan Imlek yang bermakna harapan agar dijauhkan dari mara bahaya. Ada juga yang menyebut hokinya lebih besar jika ada sesuatu yang berwarna merah
Buah naga atau yang juga dikenal dengan nama pitaya juga memiliki makna keberuntungan dan kesejahteraan. Hal ini karena warna cerah dan kulit yang bersisik dianggap sebagai representasi keberuntungan dalam budaya Tionghoa.
Memang, buah ini tidak secara khusus terkait dengan perayaan Sincia. Namun maknanya tetap sesuatu yang baik sehingga memberikan variasi buah naga bisa jadi alternatif apabila Anda bosan dengan jenis buah yang sebelumnya.
4. Persik/Pear Buah untuk Imlek yang selanjutnya adalah persik/pear. Kehadiran buah pear dalam perayaan Sincia merupakan sebuah pengharapan di tahun yang baru ini. Pear dianggap sebagai simbol kesejahteraan keluarga dan keharmonisan rumah tangga. Bentuk pir yang bulat di bagian bawah dan menyempit di bagian atas diartikan sebagai simbol keselarasan dan persatuan dalam keluarga.
Menurut simbol di tradisi China, buah persik melambangkan keabadian dan awet muda. Akan tetapi, beberapa bagian pada buah persik ini bisa memiliki makna yang berbeda. Contohnya, bagian kelopak persik melambangkan cinta dan kebahagiaan di tahun yang akan datang. Apalagi buah ini rasanya manis lembut.
Buah pear juga dianggap simbol ketenangan dan kesabaran. Dalam bahasa Tionghoa, bunyi "pir" memiliki kesamaan dengan kata màn, yang berarti "lambat" atau "pelan." Hal ini sering diartikan sebagai simbol kesabaran dan ketenangan, mengingat pir yang membutuhkan waktu lama untuk matang. Tak heran pear selalu hadir karena maknanya yang sangat baik.
5. Anggur
Menurut tradisi China, buah anggur memiliki berbagai makna baik, mulai dari kesuburan hingga kelimpahan untuk rezeki. Sama seperti buah persik, beberapa bagian anggur memiliki makna yang berbeda. Ada yang melambangkan keberuntungan dan kecantikan.
Anggur, dengan tandan besar dan banyak bijinya, dapat dianggap sebagai simbol kelimpahan dan kesejahteraan. Pemilihan buah ini dalam perayaan tahun baru Imlek bisa mencerminkan harapan akan tahun yang penuh dengan keberuntungan dan rezeki yang melimpah.
Selain itu, sebagai buah yang dapat tumbuh subur, anggur juga dapat dihubungkan dengan simbol rezeki yang melimpah. Penggunaan anggur dalam dekorasi atau hidangan mungkin mencerminkan aspirasi untuk kesuksesan dan keberuntungan dalam hidup.
Pada masa lampau, buah anggur dikenal sebagai buah mewah yang disantap oleh kaisar dan anggota keluarganya. Buah anggur dianggap sebagai simbol keberuntungan, kekayaan, kesuburan dan kemakmuran. Anggur Mengonsumsi anggur sangat baik untuk kesehatan tubuh, mulai dari menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol sampai penyakit kanker.
6. Delima Buah delima juga kerap dihadirkan saat perayaan Imlek. Buah berwarna merah terang tersebut dianggap sebagai simbol yang melambangkan kesuburan, umur panjang, dan kemakmuran.
Buah delima dipercaya membawa kesuburan karena jumlah biji yang banyak di dalam buah delima. Biji berwarna merah terang saat membuka buah delima juga dipercaya membawa keberuntungan saat perayaan tahun baru Imlek.
Biasanya pasangan yang baru menikah diwajibkan untuk memajang buah delima. Hal itu ditujukan sebagai simbol yang akan membawa keberuntungan dan kesuburan terhadap keluarga baru mereka.
Biji-bijinya adalah simbol melimpahnya benih-benih keturunan yang sangat menguntungkan. Buah delima juga melambangkan kehidupan keluarga yang bahagia dan harmonis.
7. Semangka Buah semangka yang juga dikenal sebagai tembikai atau mendikai juga kerap disajikan di meja sembahyang pada malam Tahun Baru Imlek.
Selain menjelang Imlek, semangka juga digunakan dalam tradisi Tionghoa lainnya.
Dalam bahasa Mandarin, buah semangka disebut Xigua, yang artinya keberuntungan. Buah semangka juga diyakini sebagai sumber kekayaan dan simbol kesuburan karena ada banyak biji yang dikandungnya.
Bentuk bulat semangka melambangkan bumi, juga kebulatan tekad, semangat hidup, dan cinta kasih yang utuh bulat.
Sementara, daging semangka yang berwarna merah melambangkan kemakmuran.Kulit semangka yang berwarna hijau sebagai simbol unsur kayu dalam kehidupan.
Sedangkan biji semangka yang berjumlah banyak menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan.
8. Nanas
Terakhir, buah yang identik dengan perayaan tahun baru Imlek adalah nanas. Buah kuning satu ini memiliki beberapa makna tersendiri yang dipercaya mendatangkan kebaikan oleh masyarakat Tionghoa.
Kata "nanas" dalam bahasa Tionghoa memiliki bunyi yang mirip dengan kata-kata yang berarti "beruntung datang" atau "keberuntungan tiba" wàng lái. Oleh karena itu, buah nanas dianggap sebagai simbol kemakmuran dan keberuntungan yang akan datang.
Dalam beberapa tradisi Tionghoa, buah nanas juga diartikan sebagai simbol keberhasilan dan prestasi. Bentuk nanas yang kokoh dan ukurannya yang besar dapat melambangkan pencapaian yang solid dan sukses dalam usaha.
Tak hanya itu, bentuk buah nanas yang unik dengan mahkota dan struktur spiral dianggap melambangkan kesejahteraan dan kelimpahan dalam keluarga. Pohon nanas sering dihubungkan dengan harapan akan kehidupan keluarga yang makmur dan sejahtera.