Ilustrasi cuaca panas ekstrem. Penyakit yang perlu diwaspadai saat cuaca panas. (Foto: Freepik)
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan bahwa bulan Mei 2024 telah memasuki awal musim kemarau di Indonesia. Akhir-akhir ini, cuaca panas pun dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia.
Tak hanya di Indonesia, cuaca panas ekstrem pun juga juga melanda sejumlah daerah. Bahkan, di beberapa negara Asia lain, seperti di Thailand, peningkatan suhu sampai menelan korban jiwa menurut pihak Kementerian Kesehatan setempat.
Peningkatan suhu udara perlu diwaspadai karena bisa mengakibatkan kasus penyakit akibat cuaca panas. Dilansir dari laman Hellosehat, berikut 4 penyakit akibat cuaca panas yang perlu diwaspadai!
1. Heat Cramp
Kram otot bisa terjadi karena disebabkan oleh dehidrasi, yakni ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit akibat berkeringat berlebihan selama terkena panas berlebih.
Pekerja yang melakukan aktivitas di luar ruangan atau orang yang olahraga saat cuaca panas memiliki risiko tinggi untuk mengalami kram otot akibat panas (heat cramp). Saat mengalami kondisi tersebut, seseorang mungkin saja merasakan ketegangan otot pada lengan, bahu, kaki, betis, perut, hingga tulang rusuk.
2. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu jenis penyakit yang juga dapat menyerang saat cuaca panas. Sebab, suhu tinggi dan tingkat kelembapan rendah dapat mengiritasi saluran pernapasan. Hal ini yang akan meningkatkan risiko Anda terserang infeksi virus atau bakteri. Di kota-kota besar, gejala ISPA umumnya makin parah sebagai dampak dari polusi udara.
3. Heat Exhaustion
Dehidrasi dalam kondisi yang lebih parah bisa menyebabkan kelelahan ekstrem akibat panas (heat exhaustion). Penyakit akibat cuaca panas ini terjadi sebagai respons tubuh akan hilangnya air dan elektrolit secara berlebihan. Akibatnya, tubuh tidak mampu mendinginkan diri dengan baik. Secara umum, kelelahan akibat panas akan menimbulkan gejala, meliputi sakit kepala, pusing, perasaan linglung, kulit pucat, detak jantung cepat, dan urine berwarna keruh.
Heat exhaustion mungkin lebih banyak dialami orang yang berusia lebih tua, bekerja di lingkungan yang panas, atau mengidap tekanan darah tinggi.
4. Heat Stroke
Heat Exhaustion jika tidak segera ditangani dengan baik, akan berkembang menjadi kondisi lebih fatal yang disebut sengatan panas (heat stroke).
Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), suhu tubuh dapat naik hingga 40°C atau lebih dalam waktu 10 hingga 15 menit. Sengatan panas terjadi saat tubuh mengalami peningkatan suhu dalam waktu cepat, lalu tidak mampu mendinginkan tubuh secara normal.
Heat stroke bisa menyebabkan cacat permanen atau kematian. Itu sebabnya, penyakit akibat cuaca panas ini termasuk dalam kondisi darurat medis.