Sakit leher kerap dirasakan secara tiba-tiba. Jika tidak diobati atau dikelola dengan baik, sakit leher juga dapat menyebabkan komplikasi serius. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Sakit leher kerap dirasakan secara tiba-tiba. Jika tidak diobati atau dikelola dengan baik, sakit leher juga dapat menyebabkan komplikasi serius.
Sakit leher merupakan keluhan kesehatan yang umum dialami banyak orang, baik muda maupun tua. Kondisi ini ditandai dengan rasa tidak nyaman atau nyeri pada area leher.
Meski umum terjadi, sakit leher tidak boleh disepelekan. Sakit leher bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga penyakit serius. Bahkan, banyak yang menyebut sakit leher akibat 'salah bantal'.
Leher adalah bagian tubuh yang kompleks, terdiri dari tulang belakang, ligamen, dan otot yang menopang kepala dan memungkinkan gerakan. Setiap gangguan pada struktur ini bisa memicu rasa sakit atau kaku pada leher.
Dikutip dari laman resmi ayosehat.kemkes.go.id, Minggu (1/6/2025), berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat sakit leher jika tidak diatasi dengan tepat:
1. Nyeri Kronis
Jika sakit leher tidak diobati dengan baik, nyeri bisa menjadi kronis, yang berarti nyeri yang berlangsung lebih dari 3 bulan. Nyeri kronis dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
2. Keterbatasan Gerakan Sakit leher yang berkepanjangan dapat mengakibatkan keterbatasan gerakan leher. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berbalik, melihat ke atas, atau menjalankan aktivitas fisik.
3. Radikulopati Sakit leher yang disebabkan oleh tekanan pada saraf di daerah leher dapat menyebabkan radikulopati. Radikulopati terjadi ketika saraf terjepit atau terganggu, yang mengakibatkan gejala seperti nyeri, kesemutan, atau kelemahan yang menjalar ke lengan, tangan, atau jari-jari.
4. Gangguan Tidur Sakit leher kronis dapat mengganggu kualitas tidur seseorang. Nyeri yang terus-menerus atau ketidaknyamanan saat tidur dapat menyebabkan sulit tidur atau terbangun di malam hari, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kualitas istirahat.
5. Gangguan Mental dan Emosional Sakit leher yang berkepanjangan juga dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan emosional seseorang. Rasa sakit yang kronis dapat menyebabkan stres, kecemasan, depresi, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.
6. Masalah Postur Sakit leher yang terus-menerus dapat menyebabkan perubahan postur tubuh. Seseorang mungkin cenderung mengubah posisi tubuhnya untuk menghindari nyeri, yang dapat mempengaruhi keseimbangan postur dan menyebabkan masalah postur lainnya.
7. Gangguan Saraf dan Pembuluh Darah
Beberapa kondisi yang menyebabkan sakit leher, seperti herniated disc atau stenosis spinal, dapat mengakibatkan penekanan pada saraf dan pembuluh darah di daerah leher. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti kesemutan, mati rasa, atau lemah pada lengan, tangan, atau jari-jari.
Untuk itu, penting untuk segera mencari perawatan medis jika sakit leher semakin parah, berlangsung lama, atau disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan. Dengan penanganan yang tepat, komplikasi sakit leher dapat dicegah atau dikelola dengan baik.
Penyebab Sakit Leher Sakit leher dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik karena kebiasaan sehari-hari yang buruk, cedera fisik, atau kondisi medis tertentu. Maka itu, oenting untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasari guna memastikan penanganan yang tepat dan mencegah gejala berulang.
Berikut beberapa penyebab umum sakit leher:
1. Otot Kaku dan Tegang
Hal ini biasanya akibat postur tubuh yang buruk saat duduk atau berdiri; terlalu lama dalam satu posisi, seperti menatap layar komputer atau gawai; sert tidur dengan posisi leher yang salah atau bantal tidak mendukung.
2. Cedera Fisik
Hal ini akibat enyentakkan leher secara tiba-tiba saat berolahraga atau melakukan gerakan yang berlebihan; serta terjatuh atau mengalami kecelakaan mobil atau olahraga yang mengakibatkan cedera pada leher.
3. Penyakit atau Kondisi Medis Tertentu
Beberapa penyakit juga bisa menjadi penyebab sakit leher, antara lain:
- Meningitis, yaitu peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang.
- Rheumatoid arthritis, yang menyebabkan peradangan pada sendi.
- Osteoporosis, yaitu kondisi dimana tulang menjadi rapuh dan rentan patah.
- Fibromialgia, yang ditandai dengan nyeri kronis pada otot dan jaringan lunak.
- Osteoarthritis, yaitu degenerasi sendi yang umum terjadi karena kerusakan tulang rawan.
- Herniated nucleus pulposus (HNP), yaitu kondisi dimana diskus intervertebralis di antara tulang belakang rusak dan mendorong saraf tulang belakang.
- Spinal stenosis, yaitu penyempitan saluran tulang belakang yang dapat menyebabkan tekanan pada saraf tulang belakang.
- Kelainan bawaan pada struktur tulang belakang.
- Infeksi pada leher atau struktur sekitarnya, seperti radang tenggorokan atau infeksi gigi.
- Abses, yaitu kantung berisi nanah yang dapat terbentuk di dalam leher.
- Tumor atau kanker tulang belakang, yang dapat menekan saraf dan menyebabkan sakit leher.
Tanda-Tanda/Gejala Sakit leher pada dasarnya merupakan suatu gejala dari gangguan kesehatan. Penyebabnya dapat memberikan gejala lain seperti serangan jantung (sesak nafas, berkeringat, mual dan muntah, nyeri tangan atau rahang), meningitis (demam, nyeri kepala), rheumatoid arthritis (bengkak dan nyeri sendi, penonjolan tulang), atau osteoporosis (tulang lemah, patah tulang).
Penanganan/Pengobatan
Pengobatan sakit leher tergantung dari penyebabnya. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
1. Terapi es dan panas
2. Olahraga, peregangan, dan terapi fisik
3. Obat anti nyeri
4. Suntikan kortikosteroid
5. Relaksan otot
6. Collar neck
7. Traksi atau penarikan
8. Antibiotika untuk infeksi
9. Perawatan di rumah sakit untuk serangan jantung atau meningitis
10. Pembedahan
11. Akupunktur
12. Chiropractic
13. Pijat
14. Stimulasi saraf elektrik transkutan
Pencegahan
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit leher antara lain:
1. Melakukan peregangan atau latihan leher setiap hari
2. Mempertahankan postur yang baik
3. Menghindari menaruh telepon antara leher dan bahu
4. Sering mengubah posisi
5. Melakukan pijat leher
6. Menggunakan bantal leher untuk tidur.