Founder NU Gallery Muchamad Nabil Harun (Gus Nabil) saat memberikan cindera mata kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Jumat (28/2/2025). (Foto: Akhmad Baihaqi Arsyad/Erakini)
JAKARTA, (ERAKINI) - Nusantara Utama (NU) Gallery menggelar pameran lukisan bertajuk ': ' di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Acara ini digelar untuk menggaungkan nilai adiluhung jati diri kepribadian bangsa, sehingga menjadi wasilahkerukunan persatuan umat beragama demi berdiri tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Acara ini diresmikan langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pembukaan itu ditandai dengan goresan pertama Kapolri di kanvas.
Founder NU Gallery Muchamad Nabil Harun dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Kapolri menjadi bukti seni lukis masih lestari.
"Kehadiran Kapolri pada sore hari ini menunjukkan betapa beliau memiliki perhatian khusus di dunia seni, khususnya di bidang seni lukis. Selain itu juga menujukkan bahwa dunia seni lukis bisa hidup dan lestari sampai sekarang ini," kata Gus Nabil sapaan akrabnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Dalam suasana yang eksklusif dan penuh apresiasi terhadap seni, NU Gallery menghadirkan karya-karya luar biasa dari para maestro dan talenta muda berbakat Indonesia.
Momen ini bukan sekadar pembukaan pameran, melainkan perayaan keindahan, ekspresi, dan kebangkitan seni rupa di panggung dunia.
"Dalam pameran ini, digelar pula lelang lukisan yang mana hasil lelang sepenuhnya akan didonasikan untuk kegiatan sosial di bulan Ramadan 2025 melalui Baznas," jelas Gus Nabil.
Sementara itu, Ki Ardhi Poerbantono sebagai Pengantar Pameran menyampaikan bahwa lukisan menjadi sarana untuk mengetahui marwah bangsa.
"Dari lukisan kita bisa menangkap dan bisa mengetahui, merasakan seberapa tinggi derajat dan marwah Indonesia," katanya.
Ia juga mengutip kata-kata dari Sunan Kalijaga bahwa jati diri bangsa tergantung dengan budayanya. Hal ini, kata dia, akan menjadi wasilahkerukunan dan persatuan umat beragama bangsa ini.
"Karena seperti yang dikatakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, 'Ajining bongso gumantung budayane'. Dengan melihat keluhuran budaya yang ada di semesta nusantara baik yang rupa, lukis, maka nilai adiluhung jati diri kepribadian bangsa senantiasa akan menjaga dan menjadi wasilahkerukunan persatuan umat beragama demi berdiri tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," jelasnya.