Komedian ternama Babe Cabita meninggal dunia Selasa (9/4/2024) pagi setelah berjuang dengan penyakit langka yang dideritanya sejak tahun lalu. Foto: Instagram @Babe Cabita
JAKARTA, (ERAKINI) - Komedian ternama Babe Cabita meninggal dunia Selasa (9/4/2024) pagi setelah berjuang dengan penyakit langka yang dideritanya sejak tahun lalu. Babe Cabita awalnya mengira menderita demam berdarah danque (DBD).
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis, Komika kelahiran Medan 5 Juni 1989 itu ternyata mengidap jenis penyakit yang terbilang langka, yakni anemia aplastik. Lantas apa itu anemia aplastik?
Dirangkum dari sejumlah sumber, anemia aplastik adalah salah satu jenis kelainan darah yang terjadi karena kegagalan sumsum tulang untuk menghasilkan sel darah. Pada kondisi ini, sumsum tulang tidak dapat memproduksi salah satu atau seluruh sel darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan platelet.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh berhenti memproduksi cukup sel darah baru. Hal ini membuat tubuh lelah dan lebih rentan terhadap infeksi dan pendarahan yang tidak terkontrol. Anemia aplastik termasuk penyakit langka dan serius. Selain itu, penyakit ini juga dapat berkembang pada usia berapa pun.
Anemia aplastik tergolong jarang ditemukan. Kasus anemia aplastik bervariasi di seluruh dunia, berkisar antara 2 sampai 6 per sejuta penduduk per tahun. Analisis retrospektif di Amerika Serikat memperkirakan penderita anemia aplastik hanya berkisar antara 2-5 kasus per sejuta penduduk per tahun.
Bahkan The Internasional Aplastic Anemia and Agranulocytosis Study dan French Study memperkirakan hanya ada 2 kasus per sejuta orang per tahun. Penderita tertinggi anemia aplastik terjadi pada usia 15 sampai 25 tahun, disusul usia 65 sampai 69 tahun.
Penyakit anemia aplastik digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu inherited aplastic anemia dan acquired aplastic anemia. Inherited aplastic anemia adalah anemia aplastik yang diturunkan atau diakibatkan dari kerusakan gen.
Sedangkan acquired aplastic anemia merupakan anemia aplastik yang didapatkan oleh seseorang semasa hidupnya. Acquired aplastic anemia biasanya dialami oleh pasien dengan penyakit autoimun.
Anemia aplastik umumnya disebabkan dua kondisi, yaitu karena keturunan atau gangguan kesehatan semasa hidup. Seperti penyakit autoimun yang dapat mengakibatkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat, termasuk sel pada sumsum tulang.
Selain itu, pernah menjalani perawatan radioterapi atau kemoterapi. Dua perawatan kanker ini berisiko menyebabkan kerusakan sel sehat dalam tubuh.
Anemia aplastik dapat memengaruhi fungsi setiap jenis darah, yaitu leukosit yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, trombosit untuk pembekuan darah, dan eritrosit untuk penyaluran oksigen ke seluruh tubuh.
Hal tersebut menyebabkan gejala anemia aplastik bervariasi, tergantung dari sel darah yang terdampak. Namun, gejala umum dari anemia aplastik, yakni demam, lemas, pucat, sakit kepala atau pusing, jantung berdebar-debar, sesak napas, memar-memar, perdarahan, seperti mimisan, serta mudah terkena infeksi penyakit.