10 Kritik Film Terbaik Bakal Diterbitkan DKJ dalam Bentuk E-book
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Pada pagelaran Dewan Kerajinan Jakarta (DKJ) Fest 2023, 10 karya terbaik dari hasil Sayembara Menulis Kritik Film 2023, selain mendapat apresiasi berupa uang tunai jutaan rupiah, akan diterbitkan dalam bentuk buku elektronik (e-book) oleh Komite Film Dewan Kerajinan Jakarta (DKJ).
“Dalam kritik film, bakat-bakat kritik sebenarnya sudah terasa dan eksis kembali digairahkan termasuk di dunia akademis,” kata Ketua Komite Film DKJ, Ekky Imanjaya, pada penutupan DKJ Fest 2023 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, dikutip dari Antara, Rabu (6/7/2023) malam.
Dalam gelaran ini, Komite Film DKJ mencatat atusiasme publik yang luar biasa. Hal itu dilihat dari total karya diterima panitia dari seluruh wilayah di Indonesia, yaitu sebanyak 702 karya.
Dari jumlah ratusan itu, lanjutnya, dewan juri menyeleksi karya dalam tiga tahap. Pertama disaring menjadi 31 besar, kemudian 10 besar, hingga tiga pemenang dan satu karya favorit yang menyentuh perhatian dewan juri.
Adapun dewan juri dalam Sayembara Menulis Kritik Film 2023 adalah lima anggota Pengkaji Film Indonesia (Kafein). Di antaranya, Erina Adeline Tandian, Debby Dwi Elsha, Hariyadi, Dyah Ayu Wiwid Sintowoko, dan Heri Purwoko, serta tiga dewan juri utama yakni, Eric Sasono (Peneliti Independen), Seno Gumira Ajidarma (Penulis, Akademisi), dan Yulia Evina Bhara (Produser Film).
“Kritik film yang masuk dalam penilaian juri berhasil menghapus pandangan bahwa kritik itu hanya mencari-cari kesalahan, memaki-maki, atau hanya komentar singkat setelah preview, berhasil secara kuat menjadi sub-genre dari esai yang menghadirkan diri secara meyakinkan,” ujar Eric Sasono.
Eric mengungkapkan, karya-karya terbaik itu dinilai berhasil menampakkan bahwa kritik terhadap film-film yang dibuat di masa lalu dapat dianalisis dengan cara pandang baru.
Beberapa tulisan, lanjutnya, juga menampakkan bahwa kritik tidak melulu kajian teoritis yang hanya "meminjam" film, namun benar-benar melalui filmnya lebih dulu.
“Juri cukup kesulitan untuk menilai apa yang dianggap bagus. Pada akhirnya, salah satu yang menjadi penilaian penting adalah aspek komunikasi atau keterbacaan (readability), dan aspek komunikatif juga penting bagi perkembangan kritik itu sendiri,“ jelas Eric.

















