Sampah Laut di Bali Disulap jadi Seni Instalasi oleh Seniman Ari Bayuaji
Akhmad Baihaqi Arsyad
BADUNG, (ERAKINI) - Sampah laut seperti jaring ikan bekas nelayan serta tali plastik tak terpakai di Bali disulap jadi seni instalasi oleh Seniman Ari Bayuaji.
Seniman Ari Bayuaji mengkombinasikannya dengan sampah laut lainnya untuk menjadi suatu karya instalasi dalam proyek seni komunitas bertajuk "Weaving the Ocean: Pieces of Hope".
"Inspirasinya ini dari banyaknya sampah yang ditemukan di laut-laut di Bali. Saya lihat tali plastik ini kalau diuraikan benang-benangnya bisa dijadikan bahan untuk menenun seperti songket. Akhirnya pada masa pandemi lalu saya memulai poyek Weaving the Ocean ini," ujar Ari Bayuaji di Kabupaten Badung, dikutip dari Antara, Rabu (19/7/2023).
Dijelaskan oleh Ari Bayuaji bahwa dirinya bekerja sama dengan komunitas lokal dan para nelayan yang berada di pesisir pantai untuk mengumpulkan jaring ikan serta tali yang sudah tidak terpakai serta sampah laut lain yang kemudian didaur ulang untuk menciptakan karya seni itu
Piaknya juga terus melakukan penelitian mengenai bahan-bahan tersebut sehingga dapat menciptakan sebuah karya seni tenun kompleks yang menggambarkan kedua belah sisi kehidupan laut, yaitu keindahan yang menakjubkan dan juga sifat rapuh yang dimilikinya.
"Melalui penggunaan bahan ramah lingkungan yang digabung dengan teknik yang inovatif ini saya menyoroti adanya kebutuhan mendesak untuk melindungi lautan dan ekosistemnya yang beragam," katanya.
Karya instalasi berbentuk alat tenun tradisional dan kain yang dijahit menggunakan benang daur ulang yang terbuat dari sampah plastik itu saat ini dipamerkan di Koral Restaurant, The Apurva Kempinski Bali, Kabupaten Badung, Bali.
Kerja sama dengan The Apurva Kempinski Bali itu dilakukan untuk mengedukasi para tamu hotel mengenai konservasi ekosistem laut melalui tampilan seni yang menggabungkan kesenian artistik dan kesadaran terhadap lingkungan yang berkelanjutan.
Tidak hanya dapat menyaksikan karya itu, para tamu juga diberikan kesempatan untuk dapat mengikat benang daur ulang pada karang yang terbuat dari plastik ke karya alat tenun, sehingga memberikan kesan pribadi bagi seluruh pengunjung.

















