Superman Versi David Corenswet Kini Bisa Berdarah, Kenapa? Ini Alasan di Baliknya!
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Film ‘Superman’ (2025) akan menjadi pintu pembuka bagi semesta sinematik baru yang dikembangkan DC Studios, yaitu DC Universe (DCU). Disutradarai oleh James Gunn, film ini bukan sekadar reboot karakter ikonik Kal-El, tapi juga menandai arah baru yang lebih emosional dan manusiawi untuk sang Man of Steel.
David Corenswet terpilih sebagai pemeran utama, menggantikan generasi sebelumnya. Salah satu perubahan mencolok dari versi ini adalah fakta bahwa Superman kini bisa terluka dan bahkan berdarah, sesuatu yang jarang atau hampir tidak pernah ditampilkan dalam iterasi sebelumnya.
Superman kini tak lagi kebal total, apa penyebabnya?
Melansir ScreenRant, menurut James Gunn, penggambaran Superman yang lebih rentan bukanlah kebetulan. Ia ingin menghadirkan sosok Superman yang lebih realistis dari sisi fisik maupun emosional. Bukan berarti Superman jadi lemah, melainkan ia kini menghadapi musuh-musuh yang seimbang kekuatannya—di antaranya ‘Ultraman, The Engineer’, dan ‘The Hammer of Boravia’.
Gunn menjelaskan bahwa Superman versi ini berhadapan dengan lawan-lawan yang bukan hanya brutal, tapi juga mampu memberi dampak langsung pada tubuhnya. Maka wajar jika dalam beberapa adegan, kita melihat darah di wajah Superman—sebuah pemandangan yang cukup asing bagi penggemar lama.


















