Jembatan Merah yang menjadi saksi bisu pertempuran berdarah antara arek-arek Surabaya dan tentara Sekutu, yang menewaskan Brigadir Jenderal AWS Mallaby. Foto: Ist
Kota Surabaya dikenal dengan julukan Kota Pahlawan karena peran pentingnya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam Pertempuran 10 November 1945. Semangat perjuangan itu kini masih terasa melalui deretan situs sejarah yang tersebar di berbagai penjuru kota.
Surabaya bukan hanya kota modern yang terus berkembang, tetapi juga kota yang menyimpan jejak-jejak berharga dari sejarah perjuangan bangsa. Mengunjungi tempat-tempat ini bisa menjadi cara terbaik untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkaya pengetahuan sejarah bagi si anak.
Terletak di bagian timur Pulau Jawa, Surabaya tidak hanya memiliki keindahan alam tapi juga menjadi saksi perjuangan rakyat Indonesia melalui berbagai monumen dan museum bersejarah.
Dirangkum Erakini Kamis (26/6/2025), berikut tujuh tempat wisata edukasi sejarah di Surabaya yang layak dikunjungi saat liburan sekolah anak:
1. Monumen Tugu Pahlawan
Ikon utama Kota Surabaya ini dibangun untuk mengenang peristiwa heroik 10 November 1945. Bentuknya yang khas dengan 10 lengkungan dan 11 ruas tiang melambangkan tanggal bersejarah tersebut. Tugu ini menjadi simbol semangat juang rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan.
2. Museum 10 November
Terletak di kawasan Tugu Pahlawan, museum ini menyimpan berbagai peninggalan perjuangan, termasuk rekaman suara ikonik Bung Tomo. Didirikan pada 10 November 1991 dan diresmikan pada 2000, bangunan berbentuk piramida ini menjadi tempat edukatif yang menarik untuk generasi muda.
3. Jembatan Merah
Bukan sekadar jembatan biasa, Jembatan Merah adalah saksi bisu pertempuran berdarah antara arek-arek Surabaya dan tentara Sekutu, yang menewaskan Brigadir Jenderal AWS Mallaby. Jembatan ini dibangun pada era Daendels dan masih berdiri megah di atas Kali Mas, menghubungkan Surabaya bagian timur dan barat.
4. Gedung Internatio
Gedung tua ini dulunya adalah kantor dagang kolonial yang kemudian dijadikan markas tentara Sekutu. Di tempat ini pula terjadi baku tembak dengan pejuang Surabaya pada 30 Oktober 1945, yang menjadi pemicu Pertempuran 10 November. Lokasinya berada dekat dengan Jembatan Merah.
5. Gedung Siola
Dibangun pada 1877, gedung ini sempat menjadi pusat tekstil dan pertahanan rakyat saat pertempuran 10 November. Setelah perang, gedung ini sempat terbengkalai sebelum akhirnya dijadikan Museum Kota Surabaya pada 2015. Terletak di Jalan Tunjungan, bangunan ini menyimpan banyak memorabilia perjuangan.
6. Hotel Majapahit
Hotel ini menjadi tempat bersejarah karena insiden perobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih pada 19 September 1945. Dikenal dengan berbagai nama sepanjang sejarahnya, kini Hotel Majapahit ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional dan masih aktif beroperasi.
7. Penjara Kalisosok
Bekas penjara peninggalan kolonial ini menjadi saksi bisu bagaimana rakyat pribumi dahulu dipenjara karena dianggap membangkang. Meski sudah tak berfungsi, bangunan ini masih berdiri dan menjadi destinasi wisata sejarah di Surabaya.