Kisah Pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dalam Film ‘Sang Pencerah’, Ada di Netflix
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Sejarah dari sosok KH Ahmad Dahlan telah digambarkan dalam film ‘Sang Pencerah’ yang digarap Hanung Bramantyo. Film yang yang mengangkat kisah nyata tentang tokoh pendiri Muhammadiyah tersebut telah dirilis pada 8 September 2010 lalu. Kabar baiknya, film ‘Sang Pencerah’ ada di etalase Netflix dan bisa ditonton sekarang juga.
Bagi para penggemar cerita sejarah dan berdasarkan kisah nyata, film ini sangat layak untuk ditonton. Selain itu, film ini pun juga dibintangi oleh deretan artis ternama Tanah Air di antaranya Lukman Sardi yang memerankan tokoh utama KH Ahmad Dahlan. Selain itu juga ada Muhammad Ihsan Tarore sebagai Ahmad Dahlan Muda dan Zaskia Adya Mecca sebagai Nyai Ahmad Dahlan.
Film ini menjadikan sejarah sebagai pelajaran pada masa kini tentang toleransi, koeksistensi (bekerjasama dengan yang berbeda keyakinan), kekerasan berbalut agama, dan semangat perubahan yang kurang.
Sang Pencerah mengungkapkan sosok pahlawan nasional itu dari sisi yang tidak banyak diketahui publik. Selain mendirikan organisasi Islam Muhammadiyah, sosok yang tegas pendirian itu juga dimunculkan sebagai pembaharu Islam di Indonesia. Ia memperkenalkan wajah Islam yang modern, terbuka, serta rasional.
Sinopsis Film ‘Sang Pencerah’
Film ‘Sang Pencerah’ ini diawali dengan cerita seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid'ah. Ia adalah KH Ahmad Dahlan saat muda. Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Tarore) yang mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan itu tengah gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng tersebut.
Pertama adalah mengenai arah kiblat. Ahmad Dahlan, dengan sebuah kompas, menunjukkan arah kiblat di Masjid Besar Kauman yang selama ini diyakini ke barat ternyata bukan menghadap ke Ka'bah di Mekah, melainkan ke Afrika.
Hal itu seketika membuat para kiai, termasuk penghulu Masjid Agung Kauman, Kyai Penghulu Cholil Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) geram. Ahmad Dahlan, pemuda yang menimba ilmu di Kota Mekah 5 tahun, dianggap membangkang aturan yang sudah berjalan selama berabad-abad lampau. Alhasil usulnya pun ditolak.
Namun, meski soal arah kiblat tersebut ditolak, Ahmad Dahlan mengawali pergerakan melalui suraunya sendiri mengubah arah kiblat yang salah. Kemudian langkah itu justru dianggap mengajarkan aliran sesat, menghasut dan merusak kewibawaan Keraton dan Masjid Besar.
Hal yang dilakukan Ahmad Dahlan pun kemudian membuat para kyai naik darah. Bahkan sampai langgar kidul di samping rumahnya, tempat dia salat berjemaah dan mengajar mengaji, sempat hancur diamuk massa lantaran dianggap menyebarkan aliran sesat .
Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda, serta mengajar agama Islam di Kweekschool atau sekolah para bangsawan di Jetis, Yogyakarta.
Selain itu, Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Namun, lambat laun tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut.
Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (diperankan oleh Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Ganesha), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adhiswara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.
Bagaimana gambaran detail kisahnya hingga akhir perjuangan KH Ahmad Dahlan di film tersebut? Simak kisah lengkapnya di film ‘Sang Pencerah’ yang bisa ditonton di Netflix saat ini juga. Selamat menonton!

















