Seniman senior asal Jogja Yati Pesek saat manggung bersama pelawak Kirun. (Foto: RBN Puspo Budoyo)
JAKARTA, (ERAKINI) – Nama Yati Pesek baru-baru ini ramai diperbincangkan usai video lama bersama penceramah Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) kembali viral. Video viral tersebut menampilkan Yati Pesek saat berdialog dengan Gus Miftah yang juga pendiri Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta di sebuah panggung hiburan wayang.
Dalam dialog tersebut nampak Gus Miftah menghina Yati Pesek dengan sebutan jelek dan bahkan lon*e. Video ini pun akhirnya ramai di media sosial dan hujatan makin menjadi-jadi dilontarkan untuk Gus Miftah menyusul video dengan Sunhaji penjual Es Teh. Lalu siapa kah sebenarnya Yati Pesek? Berikut ini profilnya!
Suyati atau yang sering dikenal sebagai Yati Pesek adalah seniman senior kelahiran Yogyakarta 8 Agustus 1952. Sederet kiprahnya di duna kesenian sudah tak bisa diragukan lagi. Bahkan, ia tercatat telah merambah di dunia seni dan budaya sejak usia 7 tahun. Sedert perjalanan kariernya pun membawanya mendapat gelar kehormatan dari Keraton Surakarta.
Yati Pesek lahir dari pasangan seniman Sujito dan Sujilah yang mana ayahnya adalah seniman karawitan atau gamelan Jawa dan ibunya seorang penari. Darah seniman dari orang tuanya tersebut kemudian membawa Yati Pesek juga merambah di dunia kesenian.
Panggilan ‘Pesek’ diambil dari julukan teman-temannya yang kemudian ditempelkan pada nama pangungnya.
1. Bergabung dengan komunitas Wayang Orang Jati Mulya dari Kebumen (1964).
2. Aktif berkegiatan dari satu tobong ke tobong yang lain:
- Panca Murti pimpinan Timbul Suhardi (1966),
- Darma Mudha Yogyakarta pimpinan Yusuf Agil (1967),
- Sari Budaya Klaten pimpinan Aris Munandar (1967).
3. Bergabung dengan Wayang Orang Ajudan Jendral Komando Resort Militer (Ajen Rem) 081 Madiun (1968).
4. Bergabung ke dalam Ketoprak Mudha Rahayu dari Yogyakarta (1969)
5. Bergabung dengan kelompok Ketoprak Siswa Budaya dari Tulungagung pimpinan Siswanda HS (1970).
6. Direkrut oleh Handung Kussudyarsana untuk masuk ke dalam Sandiwara Jenaka KR (1980). Ini ditayangkan di TVRI Yogyakarta setiap seminggu sekali selama 10 tahun.
7. Yati semakin dikenal saat tampil bersama Marwoto dan Daryadi dalam acara Trio Jenaka KR,
8. Direkrut sutradara Arifin C. Noer sebagai pemain dalam film ‘Serangan Fajar’ (1982),
9. Digaet R. Suprantio sebagai pemain dalam serial televisi Kiprah Anak Dalang (1984),
10. Ditarik masuk dalang Ki Manteb Sudarsono yang sedang pentas di Taman Ismail Marzuki (1986).
11. Direkrut Bagong Kussudiardja selaku pimpinan Ketoprak Sapta Mandala (1991) saat memprakarsai pembentukan Ketoprak Plesetan. Yati bersama Marwoto dan Daryadi direkrut sebagai bintang tamu. Selanjutnya, mereka dikenal dengan sebutan "Trio Plesetan".
12. Membuat pertunjukan Limbuk Cangik (2003) yang kemudian mendapat kesempatan untuk tayang di Indosiar hingga 67 episode.
13. Menerima penghargaan Nawala Kekancingan dari Keraton Surakarta Hadiningrat (2009) atas kontribusinya yang luar biasa dalam seni pertunjukan dan ketoprak selama lebih dari 45 tahun.