Hanya Ada di Indonesia, Ini Sejarah Gelar ‘Haji’ bagi Umat Islam
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Ratusan ribu calon jemaah haji asal Indonesia akan segera berangkat ke tanah suci. Di sana mereka akan melaksanakan ibadah yang menjadi penyempurna rukun Islam yaitu haji. Haji dilaksanakan umat Islam pada bulan Syawal, Dzulqa'dah dan Dzulhijjah.
Ibadah haji memiliki perbedaan tersendiri dengan ibadah pada umumnya. Ibadah haji hukumnya wajib hanya bagi mereka yang mampu berangkat. Hal ini karena untuk pergi ibadah ke Makkah membutuhkan biaya yang sangat mahal, fisik yang ekstra dan persiapan lainnya. Barangkali inilah yang mendasari orang yang sudah berhaji di Indonesia diberi gelar ‘haji’ di depan namanya, semisal Abdul Hamid (sebelum berhahaji) menjadi H Abdul Hamid (usai pergi berhaji).
Lalu seperti apa sejarah pemberian gelar haji bagi umat Islam yang telah menuntaskan rukun Islam ke-5 tersebut?
Dikutip dari kemenag.go.id, pemberian gelar haji dan hajjah sudah berlangsung sejak ratusan tahun lamanya. Hal ini sebagaimana penjelasan dari Filolog Islam Oman Fathurahman atau biasa disapa Kang Oman.
Menurut dia, sejak masa silam umat Islam di Indonesia telah menggunakan gelar itu bagi mereka yang telah menunaikan ibadah . Hal ini karena Tanah Suci bagi orang Nusantara menjadi perjuangan berat tersendiri, harus mengarungi lautan, menerjang badai berbulan-bulan, menghindari perompak, hingga menjelajah gurun pasir.
















