Sejarah Singkat Berdirinya NU yang Dipelopori Kiai Hasyim Asy’arai pada 16 Rajab
Abdul Rahman Ahdori
Pada 16 Rajab 1446 tepatnya Kamis (16/1/2025), NU merayakan usia ke-102 tahun dalam hitungan hijriah. NU merupakan organisasi sosial keagamaan di Indonesia yang memberikan kontribusi besar dalam kehidupan beragama yang damai dan penuh toleransi di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. Harlah NU diperingati dua kali setiap tahun, yaitu pada 31 Januari dan 16 Rajab.
Sementara itu, sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) tak lepas dari serangkaian peristiwa penting yang terjadi pada awal abad ke-20, melibatkan para kiai pesantren terkemuka, dan mendapatkan petunjuk langsung dari Allah SWT.
Dilansir dari NU Online pada Jumat (17/1/2025), salah satu momen penting dalam perjalanan lahirnya NU adalah saat santri As’ad, KH As’ad Syamsul Arifin dari Situbondo, mengantarkan tasbih yang dikalungkan oleh dirinya untuk disampaikan kepada KH Muhammad Hasyim Asy’ari di Tebuireng pada tahun 1925.
Tasbih tersebut, yang merupakan amanah dari KH Cholil Bangkalan, tidak tersentuh sedikit pun oleh tangan As’ad selama perjalanan dari Bangkalan ke Tebuireng, sebagai bentuk penghormatan terhadap pesan guru besar mereka.
Setibanya di Tebuireng, As’ad mempersilakan Kiai Hasyim untuk mengambil tasbih itu langsung dari lehernya. Setelah tasbih diterima, Kiai Hasyim bertanya kepada As’ad, "Apakah ada pesan lain lagi dari Bangkalan?" As’ad kemudian melantunkan dua Asmaul Husna, "Ya Jabbar, Ya Qahhar," yang diulang tiga kali sesuai pesan KH Cholil Bangkalan.


















