JAKARTA, (ERAKINI) - Islam di seluruh dunia saat ini tengah menjalani ibadah puasaRamadan 1446 H. Ramadan dikenal juga dengan bulan Al-Qur’an. Sebab, di bulan inilah diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).
Rasulullah yang menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur’an, di antaranya adalah:
عن ابن مسعودٍ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : منْ قرأَ حرْفاً مِنْ كتاب اللَّهِ فلَهُ حسنَةٌ ، والحسنَةُ بِعشرِ أَمثَالِهَا لا أَقول : الم حَرفٌ ، وَلكِن : أَلِفٌ حرْفٌ، ولامٌ حرْفٌ ، ومِيَمٌ حرْفٌ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح .
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut. Satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, No. 6469)
Lalu bagaimana agar kita bisa khatam al-Quran dalam 1 bulan?
Dilansir dari berbagai sumber pada Sabtu (1/3/2025), berikut cara mengkhatam al-Quran selama 1 bulan:
Perhatikan Kemampuan Membaca Sebelum Menargetkan Khatam Al Quran di Bulan Ramadhan
Memasuki bulan suci Ramadhan, banyak umat muslim bersemangat menargetkan khatam Al Quran. Namun, sebelum menetapkan target tersebut, kemampuan membaca Al Quran perlu menjadi perhatian utama.
Kecepatan membaca rata-rata biasanya berkisar antara 5 hingga 7 menit untuk setiap dua lembar. Jika bacaan masih terbata, tentu waktu yang dibutuhkan akan lebih lama. Karena itu, menyesuaikan target khatam dengan kemampuan membaca sangat penting agar ibadah tetap terasa ringan dan menyenangkan.
Selain mengejar target khatam, memperhatikan tajwid dan cara membaca yang benar juga tak kalah penting. Bacaan yang lancar dan sesuai kaidah tajwid akan lebih mengena di hati dan meningkatkan kualitas ibadah.
1.Sediakan Al Quran yang Mudah Dibawa
Salah satu strategi agar lebih mudah mencapai target khatam adalah selalu membawa Al Quran kemanapun. Meski saat ini sudah tersedia aplikasi Al Quran digital, keterbatasan daya baterai kerap menjadi kendala. Oleh karena itu, memiliki Al Quran berukuran kecil atau mini bisa menjadi solusi praktis. Pastikan tulisan di Al Quran mini tersebut tetap nyaman dibaca agar tidak menghambat kelancaran tadarus.
2. Strategi Membaca Setelah Shalat Wajib
Agar target khatam semakin realistis, membaca dua lembar Al Quran setiap selesai shalat wajib bisa menjadi pilihan. Metode ini sangat efektif khususnya bagi pengguna Al Quran Madinah Rasm Utsmani yang terdiri dari 20 halaman per juz. Dengan pola ini, umat muslim hanya perlu membaca empat halaman setiap shalat, sehingga dalam sehari bisa menyelesaikan satu juz.
3.Manfaatkan Waktu di Antara Adzan dan Iqamah
Selain setelah shalat, waktu di antara adzan dan iqamah juga bisa dimanfaatkan untuk membaca Al Quran. Kebiasaan ini cocok diterapkan bagi yang rutin shalat berjamaah di masjid atau mushola. Mengisi waktu luang dengan tadarus akan semakin memperkaya amalan di bulan Ramadhan.
4.Selesaikan Satu Juz Sekali Duduk
Bagi yang memiliki jadwal padat, menyelesaikan satu juz dalam sekali duduk bisa menjadi solusi. Metode ini lebih cocok bagi yang sudah lancar membaca dan menguasai tajwid, sehingga bacaan tetap berkualitas meski dilakukan dalam waktu lebih singkat.
5.Perhatikan Masa Menstruasi bagi Muslimah
Khusus bagi muslimah, menyusun strategi khatam juga perlu mempertimbangkan masa menstruasi. Jika ada hari-hari di mana tidak bisa membaca Al Quran, target harian perlu disesuaikan, misalnya dengan membaca lebih banyak di hari-hari sebelum dan sesudah haid.
6.Manfaatkan Semangat Awal Ramadhan
Awal Ramadhan biasanya menjadi momen semangat beribadah sedang tinggi-tingginya. Waktu ini bisa dimanfaatkan dengan menabung tadarus lebih banyak, mengingat di pertengahan Ramadhan aktivitas seperti buka bersama mulai menyita waktu.
Jika targetnya lebih dari sekali khatam, maka membaca Al Quran tidak hanya setelah shalat. Setiap ada kesempatan, baik saat menunggu, di sela kesibukan, atau saat perjalanan, bisa dimanfaatkan untuk tadarus. Al Quran mini yang praktis dibawa akan sangat membantu.
8.Reward dan Punishment untuk Menjaga Komitmen
Menjadikan target khatam sebagai komitmen pribadi bisa didukung dengan sistem reward dan punishment. Hadiahi diri sendiri saat berhasil mencapai target, misalnya dengan berbuka dengan makanan favorit. Sebaliknya, jika target tidak tercapai, jadikan itu sebagai “utang” tadarus yang harus dibayar keesokan harinya.
9.Bacalah Al Quran dengan Tartil
Terakhir, jangan lupa membaca Al Quran dengan tartil sesuai perintah dalam QS. Al-Muzammil ayat 4. Dengan membaca perlahan dan penuh penghayatan, setiap ayat akan lebih meresap di hati. Tentunya, lebih dari sekadar khatam, mengamalkan ajaran Al Quran dalam kehidupan sehari-hari adalah tujuan utama.