Niat dan Tata Cara Shalat Sunnah Idul Adha
Abdul Rahman Ahdori
Setiap tanggal 10 Zulhijjah, umat Islam melaksanakan ibadah penting yakni shalat sunnah Idul Adha. Pelaksanaan shalat sunnah ini tidak hanya menjadi tanda bahwa kita sebagai hamba-Nya taat kepada Allah, tetapi bisa memperkuat rasa kebersamaan dalam diri umat Islam.
Shalat Idul Adha hukumnya adalah sunnah muakkad yang artinya sangat dianjurkan meskipun bukan wajib. Selain itu, shalat Idul Adha harus dilakukan dengan cara yang benar agar kita mendapatkan pahala. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk memahami lafal niat dan tata caranya sesuai sunnah.
Dilansir dari NU Online, syarat dan rukun shalat Id hampir sama dengan shalat lain, namun ada beberapa perbedaan teknis. Adapun perbedaan itu disebabkan karena pelaksanaan masing-masing shalat Id hanya satu tahun sekali, sehingga dikhawatirkan lupa. Shalat Id juga tidak didahului dengan adzan maupun iqamah.
Sementara itu, shalat Idul Adha dianjurkan mengawalkan waktu demi memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian shalat Id. Shalat Id dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan terdapat khutbah setelahnya.
Berikut tata cara dan shalat Id secara tertib sebagaimana disarikan dari kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus.
Pertama, shalat Id didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi “ushalli sunnatan li ‘idil adha imaman/makmuman” jika menjadi makmun, memakai makmuman.


















