Hikmah Pelaksanaan Ibadah Haji dalam Islam
Abdul Rahman Ahdori
Ibadah haji termasuk rukun Islam yang ke-5. Ibadah haji hanya berlaku bagi umat Islam yang sudah mapan secara ekonomi, sehat secara fisik dan telah memenuhi ketentuan syariat lainnya. Karenanya, tidak semua bisa menunaikan ibadah haji.
Lebih dari itu, apa sebenarnya hikmah diperintahkannya haji dalam Islam? mengapa umat Islam yang mampu wajib menunaikannya.
Dikutip dari Kemenag.go.id, Jumat (3/5/2024), hikmah disyariatkannya ibadah haji sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ibadah yang lain, seperti shalat jamaah, shalat Jumat, dan dua shalat hari raya, yaitu tampaknya persatuan umat Islam.
Persatuan itu tersebut artinya Islam menginginkan adanya sebuah ibadah yang bisa menghilangkan sekat kaya, miskin, tampan, jelek, kulit putih, kulit hitam, atau lainnya.
Sebab di sisi Allah semuanya sama, meskipun adanya ibadah-ibadah yang telah disebutkan tidak lantas mempersatukan umat Islam secara mayoritas. Ibadah itu hanya bisa mempersatukan umat Islam di tempat mereka masing-masing.
Berbeda dengan ibadah lainnya, ibadah haji mampu menyatukan umat Islam dari seluruh dunia dalam satu baris dan satu tempat. Hal ini sebagaimana ditegaskan Syekh Ali Ahmad al-Jarjawi dalam kitab Hikmatut Tasyri’ wa Falsafatuh.


















