Hujan adalah salah satu karunia atau rahmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki. Hujan bisa dianggap sebagai rezeki yang sangat besar, terutama ketika musim kemarau datang, karena hujan menyediakan kebutuhan utama bagi kehidupan makhluk hidup di bumi.
Hujan, atau yang dalam bahasa Inggris disebut rain, adalah butiran air yang turun dari langit atas izin Allah. Air yang turun dalam bentuk hujan memiliki peran yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup di bumi, karena air merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia bagi semua makhluk hidup. Tanpa air, kehidupan tidak akan bisa bertahan.
Dalam Al-Qur’an, Allah juga mengingatkan kita akan pentingnya air, seperti yang termaktub dalam Surat An-Nahl ayat 10, yang mengungkapkan bahwa hujan adalah salah satu bentuk pemberian Allah untuk menjaga kelangsungan hidup makhluk-Nya. Karena itu, umat Islam dianjurkan berdzikir, berdoa dan beribadah ketika datang hujan.
Sementara itu, Salat Dhuha merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw untuk setiap Muslim. Salat yang dikerjakan pada pagi hari ini memiliki berbagai keutamaan yang dapat membantu setiap Muslim menghadapi berbagai masalah hidup, antara lain soal rezeki.
Namun demikian, Salat Dhuha bukanlah perkara wajib, seseorang akan mendapatkan pahala dan menerima keutamaannya jika dia mengerjakan. Sebaliknya, umat Islam tidak menerima pahala dan tidak berdosa ketika tidak mengerjakan.
Bagi mereka yang melaksanakan akan mendapatkan pahala yang luar biasa, sementara bagi mereka yang meninggalkan Shalat Dhuha tidak mendapat dosa dan tidak mendapat pahala.
Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Dzar radliyallahu ‘anh, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: ‘Ada sedekah (yang hendaknya dilakukan) atas seluruh tulang salah seorang dari kalian. Karena itu setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat shalat Dhuha mencukupi semuanya itu’,” (HR Muslim).
Adapun ketentuan waktu utama shalat dhuha yaitu mulai matahari terbit seukuran satu tombak sampai waktu zawâl atau di waktu utama yakni ketika terik matahari telah terasa panas.
Dalam fiqih diistilahkan dengan rumus: ‘setelah melewati seperempat siang’ (dihitung dari awal subuh). Kira-kira mulai sekitar jam 9 pagi. Imam Muslim meriwayatkan:
Artinya: “Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam radliyallahu ‘anh, sungguh ia pernah melihat segolongan orang melakukan shalat Dhuha, lalu ia berkata: ‘Tidakkah kalian tahu, bahwa shalat dalam waktu ini lebih utama? Sungguh Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Shalat kaum awwâbîn (shalat Dhuha) adalah saat kaki anak-anak unta merasakan panasnya bumi karena terik matahari’” (HR Muslim; lihat Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Syarhun Nawawi ‘alâ Shahîh Muslim, [Bairut, Dâr Ihyâ’it Turâtsil ‘Arabi, 1292 H], juz VI: 30).
Shalat Dhuha sunnah dilakukan dengan dua rakaat salam. Batas minimalnya adalah dua rakaat, sedangkan batas maksimalnya adalah 12 rakaat. Adapun surat yang sunnah dibaca setelah surat al-Fatihah adalah surat as-Syamsu dan ad-Dhuha, atau surat al-Kafirun dan al-Ikhlas.
Atau lebih utama digabung, rakaat pertama membaca as-Syamsu dan al-Kafirun, kemudian rakaat kedua membaca ad-Dhuha dan al-Ikhlas. Kemudian untuk rakaat-rakaat berikutnya surat al-Kafirun di rakaat pertama dan al-Ikhlas di rakaat kedua. (Ad-Dimyathi, Hâsyiyyah I’ânatut Thâlibîn, juz I, halaman 255). Shalat Dhuha dapat dilaksanakan sebagaimana shalat-shalat sunnah lainnya, yaitu dua rakaat salam sebagaimana berikut:
Niat di dalam hati bersamaan takbîratul Ihrâm.
Untuk memantapkan niat, sebelumnya bisa melafalkan niat shalat Dhuha berikut:
Artinya, “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rejekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”