JAKARTA, (ERAKINI) - Salat dhuha termasuk salah satu ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW disebut tidak pernah meninggalkan shalat sunnah ini setiap pagi.
Meski bersifat sunnah, salat dhuha diyakini sebagai amalan yang mendatangkan pahala besar bagi yang melaksanakannya. Sementara bagi yang meninggalkannya tidak berdosa dan tidak pula mendapat pahala.
Salah satu keutamaan salat dhuha sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis adalah sebagai bentuk sedekah bagi seluruh persendian manusia.
Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Dzar radliyallahu ‘anh, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: ‘Ada sedekah (yang hendaknya dilakukan) atas seluruh tulang salah seorang dari kalian. Karena itu setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat shalat dhuha mencukupi semuanya itu’,” (HR Muslim).
Waktu salat dhuha dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak hingga menjelang zawâl (masuk waktu zuhur). Namun, waktu yang paling utama adalah ketika panas matahari mulai terasa terik, kira-kira sekitar pukul 09.00 pagi.
Imam Muslim meriwayatkan hadis dari Zaid bin Arqam:
Artinya: “Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam radliyallahu ‘anh, sungguh ia pernah melihat segolongan orang melakukan shalat dhuha, lalu ia berkata: ‘Tidakkah kalian tahu, bahwa shalat dalam waktu ini lebih utama? Sungguh Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Shalat kaum awwâbîn (shalat dhuha) adalah saat kaki anak-anak unta merasakan panasnya bumi karena terik matahari’.”
Salat dhuha bisa dilaksanakan minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat, dengan salam setiap dua rakaat. Surat yang disunnahkan dibaca setelah Al-Fatihah adalah Asy-Syams dan Adh-Dhuha, atau Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.
Niat salat dhuha cukup dihadirkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Namun, boleh juga melafalkan niat sebagai berikut:
Artinya, “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rejekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”