7 Tradisi Unik Masyarakat Indonesia dalam Memperingati Isra’ Mi’raj
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Setiap tanggal 27 Rajab, umat Islam memperingati peristiwa penting yang tidak akan terulang lagi dalam sejarah peradaban manusia, yaitu Isra’ Mi’raj. Isra’ adalah perjalanan malam, sedangkan Mi’raj adalah naik ke atas dengan tangga.
Peristiwa Isra’ Nabi Muhammad adalah diperjalankannya Nabi Muhammad oleh Allah di malam hari dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Yerusalem). Sementara Mi’raj nya Nabi Muhammad yaitu dinaikkannya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha (suatu tempat gaib yang tidak mungkin ditangkap oleh panca indra).
Momen Isra Mi’raj sangat berarti bagi umat Islam, tak ayal dalam momentum ini masyarakat menyambutnya dengan penuh suka cita, antara lain dengan melakukan ritual keagamaan yang bernilai positif untuk masyarakat.
Perayaan Isra Mi'raj di Indonesia digelar dengan berbagai bentuk, menyesuaikan dengan tradisi masing-masing suku dan daerah. Lalu, apa saja tradisi unik peringatan Isra’ Mi’raj di Indonesia?
Pertama, Riungan. Setiap datang bulan rajab masyarakat tidak pernah absen dalam memperingati Isra’ Mi’raj. Di Pulau Jawa dan beberapa daerah di Indonesia, riungan merupakan tradisi yang tidak boleh ditinggalkan.
Di Banten misalnya, budaya riungan diisi dengan berdoa lalu makan bersama-sama di masjid. Setelah itu, mendengarkan ceramah agama yang diisi dai atau mama haji (sebutan kiai di Banten) membahas soal peristiwa dan hikmah Isra’ Mi’raj. Bahkan, beberapa mama haji mengulas secara rinci kitab Qissotul Mi’raj.
Tradisi ini sudah dilakukan secara turun menurun sejak puluhan tahun yang lalu. Masyarakat menilai, ini sangat baik untuk memupuk keimanan setiap warganya.


















