Jauhilah Kebiasaan Mudah Menghakimi Orang Lain
Indah S. Amalia
JAKARTA (ERAKINI) – Kita seringkali tertipu dengan penampilan luar. Buah yang kita prediksi rasanya manis, ternyata hambar. Rumah yang sepertinya mewah, ternyata di dalamnya biasanya saja.
Demikian juga terhadap seseorang, kita juga sering kecele. Mungkin sering kita merasa enggan atau malas menyapa, berkomunikasi dengan orang yang secara tampilan fisik kurang meyakinkan, bahkan bisa jadi memiliki keterbatasan. Namun setelah mengetahui lebih dalam, ternyata dugaan itu salah besar. Orang-orang yang kita persepsikan itu justru memiliki kelebihan luar biasanya. Bahkan, akhlak atau perilakunya begitu santun hingga orang akhirnya merasa teduh berada di dekatnya.
Terburu-buru atau gampang menghakimi orang lain inilah yang tidak dianjukan Islam. Islam mengajarkan bahwa orang yang baik itu bukan karena fisik bagus, kekayaan melimpah, jabatan tinggi dan lain sebagainya. Tapi yang orang yang baik adalah mereka yang hatinya baik, perilakunya bagus selalu ingat dan takut pada Allah dalam keadaan apapun dan tempat manapun. Dalam istilah lain, golongan ini dinamakan orang-orang yang bertakwa (muttaqin).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Artinya : ”Sungguh Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim)
Dalam Kitab Syarah Hikam karangan Al Imam Ibnu Ajibah Al Hasani, ada sebuah cerita dari kutipan hadis: Suatu ketika Rasulullah sedang duduk bersama Aqra. Tiba-tiba lewatlah seorang anak lelaki muslim yang miskin. Rasulullah berniat untuk menguji Aqra. Dia bertanya terkait pendapat Aqra terhadap orang tersebut. Lalu Aqra menjawab dengan tanggapan menarik.
“Aqra menjawab, wahai Rasulullah, menurut saya orang itu miskin dan melarat. Jika dia berbicara tidak ada yang mendengarnya. Jika dia melamar perempuan, tidak ada yang menerima dan jika dia isti’dzan meminta sesuatu kepada seseorang, pasti tidak mendapatkan apa yang dia minta.”


















