HATI merupakan sumber dari sebuah ketenangan jiwa. Dengan hati yang tenteram, maka terdapat jiwa yang tenang. Tak dimungkiri setiap manusia memiliki kondisi hati yang berbeda-beda dan akan berubah seiring dengan apa yang terjadi saat itu. Namun, perlu diketahui jika kita berada dalam kondisi susah maupun senang kita harus tetap menjaga hati untuk tetap tenang agar kita tetap rasional.
Salah satu hal yang dapat membuat hati kita tetap tenang ialah dengan keimanan yang kita miliki. Allah SWT telah menciptakan manusia dengan sistem yang sebaik-baiknya, dan tinggal kitalah yang memilih untuk memanfaatkannya dengan cara apa, seperti yang dijelaskan dalam HR. Muslim:
ألا وإنَّ في الجَسَدِ مُضْغَةً، إذا صَلَحَتْ، صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ، وإذا فَسَدَتْ، فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، ألا وهي القَلْبُ.
رواه مسلم
“Sesungguhnya dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah. Jika ia baik maka sekujur tubuhnya akan baik. Tapi jika rusak maka seluruh tubuhnya akan rusak. Ketahuilah, ia adalah hati.”
Sudah sepatutnya kita sebagai umat muslim harus memulai untuk menjernihkan hati setiap saat, terlebih lagi saat menuju bulan suciRamadhan kita perlu mensucikan setiap penyakit hati yang kita miliki agar ibadah yang kita jalani tetap pada fitrahnya.
Menurut Syekh Ibnu Atha’ilah dalam kitab Taj Al-‘Arus memberikan beberapa saran yang baik agar kita dapat menjernihkan kembali hati yang sempat tidak sesuai dengan jalannya. Beliau berpendapat yakni:
1. Perbanyak Berdzikir
Berdzikir sendiri menurut Syekh Ibnu Atha’ilah dapat menjernihkan hati dari berbagai macam kesesatan yang pernah terjadi. Dengan berdzikir juga kita dapat meningkatkan iman kita kepada Allah SWT. Dalam Q. S Az-Zumar 39:23 Allah berfirman:
Allah SWT berfirman: “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.”
2. Perbanyak Diam
Seringkali melalui lisan yang kita tuturkan tanpa disengaja dapat menyakiti seseorang. Rasullah juga berpesan dalam hadits riwayat Bukhari no. 6019 yang berbunyi “Barang siapa yang berimana kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berkata yang baik atau diam”.
3. Renungi Kesalahan yang Pernah Dibuat
Dengan kita merenungi segala kesalahan yang pernah dibuat baik sengaja dan tidak disengaja dinilai dapat membuat kita mengevaluasi diri untuk lebih baik lagi. Kita dapat terus memperbaiki kesalahan dan terhindar dari hal-hal negatif yang berdampak pada ketenangan hati.
4. Makan dan Minum Secukupnya
Imam Al-Gazali rahimahullah menjelaskan jika perasaan lapar dapat membersihkan hati, melahirkan iktikad dan juga menajamkan mata hati. Dan sebaliknya bahwa perasaan kenyang dapat menimbulkan ketumpulan hati dan juga hati menjadi buta serta pikiran menjadi terganggu.
Itulah beberapa anjuran yang disarankan oleh Syekh Ibnu Atha’ilah untuk menjernihkan hati sebagai persiapan menuju bulan suciRamadhan agar kita selalu menerima manfaat yang telah diberikan Allah di bulan yang penuh berkah ini.