Kunci Cepat Sembuh dari Sakit: Ikhlas, Tak Putus Asa dan Banyak Berzikir
Indah S. Amalia
JAKARTA (ERAKINI) - Setiap orang pasti pernah sakit. Di tengah rasa ketidaknyamanan yang mendera, banyak orang kerap panik, resah, risau, takut bahkan putus asa. Yang lebih memprihatinkan, mereka ada yang melakukan tindakan mengingkari dan menyekutukan Allah.
Bagi umat Islam, tak perlu risau ketika sedang sakit. Sebab Islam telah mengajarkan agar umat selalu bersabar, ikhlas dan berikhtiar sekuat mungkin agar bisa sembuh dari sakit. Yang dimaksud ikhtiar di sini adalah usaha sungguh-sungguh disertai doa untuk mewujudkan suatu tujuan yang dinginkan.
Ikhtiar agar sembuh antara lain dilakukan dengan banyak beristirahat, periksa ke dokter, membeli obat, datang ke pengobatan alternatif dan lain sebagainya. Yang tak kalah penting adalah menjaga hati agar tetap terhubung dengan Allah atau dalam kata lain dinamakan zikir.
Pentingnya untuk berikhtiar ini antara lain diperintahkan Allah sebagaimana yang termaktub dalam Surat An Najm Ayat 39-42:
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى . وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى . ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَى . وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى
Artinya:
Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),
Dengan berzikir maka akan memunculkan ketenangan hati juga kepasrahan diri dengan apa yang sedang dialami. Ketenangan ini sebenarnya setengah dari kesembuhan hakiki.
Dan yang perlu diketahui bahwa Allah Maha Mengetahui. Artinya, jika orang tengah didera sakit, maka yang berhak untuk menyembuhkan atau tidak menyembuhkan sejatinya hanyalah Allah. Dokter, tenaga medis, terapis dan obat hanyalah perantara () yang memang sudah seharusnya dijalani untuk mendapatkan keridhaan Allah berupa kesembuhan.

















