Bersyukurlah agar Hidup Bahagia dan Sehat
Indah S. Amalia
JAKARTA (ERAKINI) - Hidup bahagia menjadi impian semua orang. Namun, kadangkala orang menganggap hidup bahagia hanya berstandarkan materialisme semata. Seperti kalau punya harta melimpah, jabatan tinggi yang dihormati sana sini atau popularitas layaknya selebritas kelas atas. Dan, untuk mewujudkanya orang akan berupaya dengan beragam cara, termasuk jalan tak halal. Padahal itu semua hanya bersifat sementara.
Di sisi lain hidup ini tidak selalu bisa sesuai dengan harapan. Saat ini banyak sekali ditemui orang yang tidak bisa menerima kehidupannya. Akibatnya ada yang sedih berkepanjangan, stres sampai yang paling tragis adalah depresi bahkan mengakhiri hidupnya. Mereka putus asa lantaran merasa hidupnya susah, pendapatannya pas-pasan, tak punya teman dan lain sebagainya.
Islam jelas melarang umatnya untuk hidup berpangku tangan, berputus asa bahkan mengakhiri hidupnya. Dalam Islam ada cara untuk meminimalisasi kondisi yang tidak baik itu yaitu dengan bersyukur.
Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan,
الشُّكْرُ يَكُوْنُ بِالقَلْبِ وَاللِّسَانُ وَالجَوَارِحُ وَالحَمْدُ لاَ يَكُوْنُ إِلاَّ بِاللِّسَانِ
“Syukur haruslah dijalani dengan hati, lisan, dan anggota badan. Adapun al-hamdu hanyalah di lisan.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 11:135)
Bersyukur merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas kenikmatan yang sudah diberikan. Ada banyak cara yang dapat dilakukan misalnya, mengucapkan hamdalah, tidak ada rasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain, banyak berzikir. Lebih dari itu, orang yang banyak bersyukur akan merasa hidupnya begitu berarti sehingga mudah melakukan hal-hal positif dan bermanfaat.
Bila hati tenang akan berdampak pada pikiran positif. Maka apapun masalah yang dihadapi bisa diselesaikan dengan baik dan muaranya menghasilkan kebahagiaan hakiki yakni hanya berharap Ridha dari Allah.
















