Jauh dari Karakter Walid, Bagaimana Cara Poligami yang Baik dalam Islam
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Baru-baru ini, karakter Walid yang diperankan oleh aktor senior Malaysia, Faizal Hussein, dalam serial drama Malaysia Bidaah menjadi viral di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Sosok Walid dalam drama tersebut memicu perbincangan hangat di kalangan netizen karena penggambaran kontroversialnya sebagai seorang pemimpin agama yang memiliki tujuh istri.
Dalam serial Bidaah, Walid digambarkan sebagai tokoh yang menyalahgunakan ajaran agama demi kepentingan pribadinya. Ia menjadikan poligami sebagai kedok untuk memuaskan nafsunya, bukan sebagai bentuk ibadah yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, karakter ini juga kerap menyesatkan masyarakat awam dengan menafsirkan dalil Al-Qur'an dan hadis berdasarkan pemahamannya sendiri, yang tidak selaras dengan syariat Islam.
Atas viralnya sosok Walid tersebut, muncul tren di media sosial yang mengajak perempuan agar tidak sampai tertipu dengan pria seperti Walid. Bahkan, nama Walid kini disematkan kepada pria yang memiliki perilaku jahat dan suka menyakiti perempuan.
Demikian pula dengan pemahaman soal poligami yang baik menurut syariat, kembali diperbincangkan. Tagar terkait fenomena ini pun bermunculan. Respons masyarakat tersebut memperlihatkan bahwa kebolehan poligami dalam Al-Quran disalahpahami hingga mendapatkan persepsi yang buruk.
Lalu bagaimana sebenarnya poligami dalam Islam? berikut ulasannya.

















