Adab dan Tata Cara Berdoa Agar Terkabul Menurut Syekh Ibrahim Al-Baijuri
Abdul Rahman Ahdori
Syekh M Ibrahim Al-Baijuri, seorang ulama terkemuka, memberikan penjelasan mengenai sejumlah syarat dan adab yang harus diperhatikan oleh setiap orang yang berdoa. Menurutnya, doa yang dipanjatkan agar diterima oleh Allah SWT, membutuhkan pemenuhan beberapa persyaratan khusus.
Dilansir dari NU Online, salah satu syarat utama adalah memastikan kehalalan makanan yang dikonsumsi. Syekh M Ibrahim menekankan bahwa orang yang berdoa harus mengonsumsi makanan yang halal, karena hal ini dapat mempengaruhi penerimaan doa.
Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya keyakinan pada pengabulan doa. Orang yang berdoa harus yakin sepenuhnya bahwa Allah SWT akan mengabulkan doanya. Syekh M Ibrahim juga menekankan agar doa dipanjatkan dengan penuh kesadaran. Jangan sampai hati lalai dari Allah saat berdoa, karena doa yang disertai dengan kelalaian bisa menjadi penghalang bagi terkabulnya permintaan.
Lebih lanjut, Syekh M Ibrahim menjelaskan bahwa permintaan dalam doa tidak boleh mengandung unsur dosa atau pemutusan hubungan silaturahmi. Doa sebaiknya tidak berisi permohonan yang dapat menyebabkan penyia-nyiaan terhadap hak-hak umat Islam atau merugikan sesama.
Selain syarat-syarat tersebut, beliau juga menganjurkan umat Islam untuk memanfaatkan waktu-waktu ijabah, di mana pintu langit dibuka, untuk berdoa. Waktu-waktu seperti setelah shalat wajib, pada hari Jumat, atau di sepertiga malam terakhir, adalah saat-saat yang sangat dianjurkan untuk berdoa.
Syekh M Ibrahim juga mengingatkan agar orang yang berdoa berada dalam keadaan suci dan menghadap kiblat, karena hal tersebut dapat memperbesar kemungkinan doa . Dengan memenuhi dan adab ini, diharapkan doa yang dipanjatkan dapat lebih diterima dan membawa berkah bagi yang .


















