Alasan Nuzulul Qur'an Diperingati 17 Ramadhan
Abdul Rahman Ahdori
Nuzulul Qur'an atau waktu diturunkannya Al-Qur'an selalu diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia, terkhusus yang ada di Indonesia tepat di 17 Ramadhan. Hal ini bukan tanpa alasan, ada beberapa argumentasi mengapa Nuzulul Qur'an diperingati di malam ke-17 Ramadhan.
Seperti diketahui, Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada nabi agung, Muhammad saw. Kitab suci berisi kalamullah ini merupakan wahyu Allah yang wajib menjadi pedoman dan petunjuk bagi umat Islam. Al-Qur’an memiliki kelebihan dibandingkan dengan kitab-kitab suci terdahulu seperti Injil, Taurat dan Zabur. Salah satu kelebihan itu yakni tidak memiliki keraguan di dalamnya.
Dikutip erakini dari NU Online Syekh Muhammad Sayyid At-Thanthawi dalam karya tafsirnya menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan kepada Ibnu Abdullah melalui beberapa tahap.
Pertama, Allah menurunkan dari Lauh Mahfudz ke langit dunia secara menyeluruh. Kedua, Allah menyuruh malaikat Jibril as untuk menurunkannya kepada Nabi saw dengan cara berangsur-angsur (step by step) sesuai kebutuhan umat Islam saat itu, baik turun sebagai hukum, respon terhadap suatu kejadian, sebagai perintah atau larangan, maupun sebagai hikayat dari umat-umat sebelumnya. Keterangan ini disampaikan Syekh At-Thanthawi dalam Tafsir Al-Wasith lil Qur’anil Azhim yang diterbitkan Daru Nahdlah, Mesir tahun 1997, juz I, halaman 454.
Sementara itu, Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H) dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah menjelaskan, al-Quran diturunkan ke dunia bertepatan dengan dengan malam Senin tanggal 17 Ramadhan. Namun beberapa ulama ada yang menyebut tanggal 24 Ramadhan. Berikut penjelasannya:


















