Ini Alasan Kuat Lailatul Qadar Turun pada Malam 27 Ramadhan
Riduwan
ADA satu malam di saat puasa Ramadhan yang menjadi incaran seluruh umat Islam, yaitu Lailatul Qadar. Malam itu dikatakan memilik banyak keistimewaan di antaranya, malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.
Terkait waktu turunnya selalu menjadi misteri sebab tidak dijelaskan secara pasti. Rasulullah hanya memberikan rambu-rambu terkait kapan turunya.
Namun demikian, dari hadits-hadits yang diutarakan oleh Rasulullah, waktu terkuat terjadi di malam 27 Ramadhan. Sebab, setidaknya ada 3 hadis shahih yang menyebutkan bahwa lailatul qadar turun di malam itu.
1. Hadits Sahih Pertama
قَالَ أُبَىٌّ وَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ – يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى – وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
Artinya: "Ubay (bin Ka’ab) berkata, “Demi Allah yang tiada ilah kecuali Dia. Sesungguhnya ia (lailatul qadar) terjadi di bulan Ramadhan. Dan demi Allah sesungguhnya aku mengetahui malam itu. Ia adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk qiyamullail, yaitu malam ke-27. Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang sinarnya tidak menyilaukan.” (HR. Muslim)


















