2 Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar Menurut M. Quraish Shihab
Riduwan
DIPERTEMUKAN dengan Lailatul Qadar merupakan pencapaian puncak yang ingin dimiliki setiap umat Islam pada saat puasa Ramadhan. Sebab, keutamaan dan kemuliaan yang terkandung pada malam tersebut.
Dikatakan bahwa malam tersebut merupakan malam khusus untuk umat Nabi Muhammad yang kebaikannya setara dengan beramal selama seribu bulan. Keutamaan lainnya ialah akan diampuni dosa-dosa terdahulu ketika menghidupkan malam di saat Lailatul Qadar. Sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: Barangsiapa shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau (HR Imam Bukhari).
Menurut K.H. Al-Habib Muhammad Quraish Shihab, orang yang dipertemukan lailatul qodar memiliki ciri khasnya tersendiri. Hal itu disampaikan saat melakukan dialog santai di kanal YouTube anaknya, Najwa Shihab.
Penulis kitab Tafsir Al-Misbah itu menyebutkan ada 2 indikator seseorang dikatakan telah mendapatkan lailatul qodar, yaitu:
1. Amal Kebaikannya Terus Meningkat
Direktur Pusat Studi Al-Qur'an itu menukil ayat 4 pada surat Al-Qadar, yang berbunyi,
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril” (QS. Al Qadar: 4).
Dalam pandangannya, kata "malaikat turun" menandakan berjalannya fungsi malaikat yang menguatkan jiwa manusia, yang mendorong manusia kepada kebaikan. Ia mencotohkan, ketika seseorang menemukan sesuatu di jalan, dan hati kecilnya bergerak untuk mencari dan mengembalikan barang tersebut kepada milik aslinya, itu melibatkan peran malaikat. Namun jika sebaliknya, di situlah peran setan.


















