Bacaan dan Tata Cara I’tikaf di 10 Malam Terakhir Ramadan
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - I’tikaf di 10 hari malam terakhir Ramadan merupakan amliah yang dianjurkan bagi setiap Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Ada beberapa keutamaan yang akan didapatkan bagi setiap yang mengamalkannya.
Secara secara terminologi adalah berdiam diri di masjid disertai dengan niat. Tujuannya adalah semata beribadah kepada Allah, khususnya ibadah yang biasa dilakukan di masjid.
I’tikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadan merupakan bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar. Anjuran i’tikaf di malam-malam akhir bulan Ramadan sebagaimana hadits yang diriwayatkan HR Ibnu Hibban, sebagai berikut:
مَنِ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ
Artinya, “Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir,” (HR Ibnu Hibban).
Dilansir dari arina.id, agar i’tikaf dapat dilakukan dengan sah, ada empat rukun yang harus dipenuhi. Pertama, niat yang ikhlas semata-mata karena Allah. Kedua, berdiam diri di masjid dalam waktu tertentu, minimal selama tumaninah dalam shalat. Ketiga, tempat yang digunakan untuk beri’tikaf haruslah masjid. Keempat, pelaku i’tikaf harus memenuhi syarat tertentu.
Seseorang yang ingin beri’tikaf harus memenuhi beberapa syarat utama, yakni beragama Islam, berakal sehat, dan dalam keadaan suci dari hadas besar. Dengan kata lain, seseorang yang sedang dalam kondisi junub, haid, atau nifas tidak diperbolehkan melaksanakan i’tikaf hingga kembali suci.


















