Saat ini, Ramadhan sudah memasuki hari-hari menjelang Idul Fitri, tidak lebih dari 14 hari lagi Ramadhan akan selesai. Karena itu, membaca Al-Qur'an menjadi amal ibadah bulan Ramadhan yang perlu digalakkan lagi agar kita mendapatkan ampunan dan syafaat Rasulullah saw.
Membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan adalah amal ibadah yang sangat dianjurkan. Bahkan, bulan sendiri diistilahkan sebagai
Selain harus memperhatikan adab ketika ingin membaca Al-Qur'an, ternyata ada waktu-waktu utama apabila umat Islam ingin membaca Al-Qur'an dengan nilai pahala yang lebih banyak lagi. Dinukil dari NU Online, Imam An-Nawawi menjelaskan, membaca Al-Quran di akhir malam lebih baik ketimbang awal malam dan membaca Al-Quran yang paling baik di siang hari adalah setelah shalat shubuh.
Imam An-Nawawi adalah ulama ternama dari Damaskus yang dikenal karena menulis banyak kitab. Bahkan, kitab-kitabnya selalu menjadi rukukan penting kalangan mazhab Syafi'i. Sejarah mencatat, produktivitas menulis Imam An-Nawawi sudah dimulai sejak usia 25 tahun.
Soal keutamaan waktu membaca Al-Qur'an di hari-hari akhir bulan Ramadhan, artikel keislaman NU Online itu juga menjelaskan bahwa bulan Ramadhan dibagi atas tiga fase, yakni fase rahmat di sepuluh hari pertama, fase maghfirah di sepuluh hari kedua dan fase Itqun minan Nar di sepuluh hari ketiga.
Di fase pertama Ramadhan, Allah memberikan rahmat dan kasih sayangnya bagi setiap hambanya yang berpuasa dan melaksanakan amaliah bulan Ramadhan. Kemudian di fase kedua, Allah memberikan banyak ampunan atas kesalahan dan dosa yang sempat dilakukan oleh setiap insan. Lalu di fase ketiga, Allah membebaskan hamba-Nya dari siksaan api neraka.
Lebih dari itu, ternyata fase terakhir Ramadhan menjadi sangat istimewa karena menjadi malam-malam favorit bagi Rasulullah saw. Nabi Muhammad saw sendiri bahkan telah memberikan contoh dalam mengisi kegiatan di 10 hari terakhir Ramadhan, sebagai berikut:
Pada fase tiga bulan Ramadhan, Rasulullah mengajak agar setiap umat Islam membangunkan keluarganya untuk salat malam. Salat malam merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Rasulullah. Di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah kian semangat untuk melakukannya.
Tidak hanya salat malam, Rasulullah saw di 10 hari terakhir Ramadhan menjauhkan diri dari tempat tidur dan istri-istrinya-Nya. Rasulullah saw tidak menggauli istri-istrinya tersebut karena fokus beribadah kepada Allah swt. Di fase ke-3 bulan Ramadhan ini, Rasulullah meminta pertolongan serta mengharapkan ampunan Allah.
Membaca Al-Qur’an dan I’tikaf
Sementara itu, dalam Kitab Fathul Mu’in dijelaskan bahwa ada tiga amalan utama yang sebaiknya dilakukan umat Islam di 10 hari terakhir Ramadhan.
Jika di 10 hari pertama Ramadhan umat Islam didorong agar memperbanyak sedekah, mencukupi kebutuhan keluarga, dan berbuat baik kepada karib-kerabat dan tetangga dan di fase kedua memperbanyak membaca Al-Quran, di fase ketiga atau 10 hari terakhir bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk membaca al-Qur’an dengan disertai i’tikaf di masjid atau di rumah.
Menurut pandangan sebagian ulama mazhab Syafi’i, diperbolehkan i'tikaf di ruangan dalam rumah yang dikhususkan untuk shalat. Hal ini disepadankan dengan prinsip "jika shalat sunnah saja yang paling utama dilakukan di rumah, maka i’tikaf di rumah semestinya bisa dilakukan”.
Mengisi Malam Lailatul Qadar
Amalan di malam Lailatul Qadar juga turut menjadi perkara yang dilakukan oleh umat Islam di 10 hari Ramadhan. Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw bahwa yang menjadikan sepuluh malam terakhir ramadhan lebih mulia adalah malam Lailatul Qadar. Hal ini karena Lailatul Qadar memiliki keutamaan lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun).
Biasanya jika ingin meraihnya, Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil. Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21. Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum'at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27. Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25. Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23.