Hikmah di Balik Anjuran Santap Sahur Bulan Ramadhan
Abdul Rahman Ahdori
Umat Islam di seluruh dunia akan menyambut bulan suci Ramadhan 1445 H. Bulan diturunkannya 1000 bulan ini adalah momentum yang ditunggu-tunggu. Pasalnya, pada bulan Ramadhan, pahala dilipatgandakan, semua aktivitas setiap hamba-Nya juga bernilai ibadah.
Di bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa seharian penuh, dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Bagi siapa saja yang tidak bisa melakukannya maka wajib menggantinya di hari lain atau membayar kafarat.
Karena itu, agar puasanya tidak kuat, tidak bolong. Setiap Muslim disunnahkan untuk sahur di malam atau dini hari menjelang waktu puasa. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda bahwa santapan hidangan sahur penuh berkah, sebagai berikut:
وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم السحور كله بركة فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء فإن الله عز و جل وملائكته يصلون على المتسحرين
Artinya, "Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia berkata bahwa Rasulullah sawbersabda, 'Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur." (HR. Ahmad).
Lalu apa hikmah di balik anjuran makan sahur menjelang waktu puasa Ramadhan?


















