Arti dan Tanda-tanda Haji Mabrur
Abdul Rahman Ahdori
Pergi haji ke tanah suci termasuk jihad di jalan Allah. Hal ini karena ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang diwajibkan kepada orang yang mampu dan memenuhi persyaratan. Ketika seseorang pergi haji maka ia harus rela mengeluarkan hartanya, menyiapkan tenaganya, meninggalkan keluarga untuk sementara waktu serta harus meninggalkan negara asalnya.
Disebut jihad di jalan Allah karena karena ketika seseorang berniat menjalankan ibadah haji, ia harus rela mengantre bahkan sampai bertahun-tahun lamanya. Sebab ada keterbatasan kuota untuk jemaah serta biaya perjalanannya yang cukup tinggi.
Disamping itu, ketika seseorang pergi haji ke tanah suci, sudah pasti ia mengharapkan mendapatkan haji yang mabrur. Islam sendiri telah menjelaskan bahwa ketika seseorang mendapat predikat mabrur maka balasannya adalah surga.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda:
الْحَجَّةُ الْمَبْرُورَةُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
“Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.” (HR An-Nasa’i)
Lalu apa pengertian haji mabrur? dilansir dari NU Online, ada banyak pendapat ulama terkait definisi haji mabrur.
Pertama, haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri kemaksiatan, dan kata “al-” itu diambil dari kata al-birr yang artinya ketaatan. Dengan kata lain haji adalah haji yang dijalankan dengan penuh ketaatan sehingga tidak tercampur dengan dosa. Pendapat ini menurut Muhyiddin Syarf an-Nawawi, dipandang sebagai pendapat yang paling sahih.

















