Tata Cara Mandi Junub di Bulan Ramadhan
Abdul Rahman Ahdori
Mandi junub menjadi keharusan bagi setiap umat Islam yang terkena hadast besar, meskipun di bulan Ramadhan. Mandi wajib di bulan Ramadhan dalam konteks ini berlaku bagi masyarakat yang terkena hadast besar di malam hari. Sebab di siang harinya, dalam kondisi apapun haram mensengajakan terkena hadast besar seperti hubungan suami istri.
Pada prinsipnya, mandi wajib di bulan suci Ramadhan sama dengan mandi wajib pada bulan-bulan yang lain. Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaan mandi. Khusus di bulan Ramadhan dilaksanakan sebelum masuk waktu puasa. Sebelum subuh atau setelah sebelum sahur.
Sebagaimana Islam mengajarkan bahwa, disebut junub ketika seseorang mengalami salah satu dari dua hal. Pertama, keluarnya mani dari alat kelamin laki-laki atau perempuan, baik karena mimpi basah, mempermainkannya, ataupun gairah yang ditimbulkan penglihatan atau pikiran. Kedua, jimak atau berhubungan seksual, meskipun tidak mengeluarkan mani.
Persoalan mandi janabah penting karena ia berkaitan dengan ibadah-ibadah lain, baik yang fardhu maupun sunnah. Orang yang dalam keadaan junub dilarang, antara lain melaksanakan shalat, berdiam diri atau duduk di masjid, thawaf atau mengelilingi Ka'bah, melafalkan ayat Al-Qur'an, dan menyentuh mushaf.
Berikut adalah tata cara mandi wajib di bulan Ramadhan, sebagai berikut:
Niat


















