Kisah Perang Abwa, Pertempuran yang Diikuti Rasulullah di Bulan Safar
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Semasa hidupnya, Rasulullah SAW senantiasa menjaga kehormatan umat Islam dari berbagai ancaman, terutama dari kaum kafir Quraisy.
Menurut riwayat Imam Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim ats-Tsa’labi (w. 427 H), Rasulullah mengikuti 26 peperangan sepanjang hidupnya. Salah satu di antaranya adalah Perang Abwa atau yang juga dikenal dengan nama Perang Waddan.
Meski tidak seterkenal Perang Badar maupun Uhud, Perang Abwa menjadi tonggak awal ekspedisi militer Islam. Waddan terletak di antara Makkah dan Madinah. Perintah untuk berperang turun setelah hijrah Nabi ke Madinah.
Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi dalam kitab sirah-nya yang mengutip hadis dari Imam al-Bukhari, sebagai berikut:
اَلْأَنَ نَغْزُوْهُمْ وَلَا يَغْزُوْنَا
Artinya: “Saat ini, kita yang akan memerangi mereka, bukan mereka yang akan memerangi kita.”
Perintah itu dilaksanakan pada bulan Safar tahun kedua Hijriyah.
Saat itu, Rasulullah SAW memimpin pasukan menghadapi kaum Quraisy dan Bani Hamzah.
Namun, pertempuran tidak terjadi karena pihak lawan memilih jalan damai. Meski tanpa bentrokan, ekspedisi ini tercatat sebagai Perang Waddan yaitu langkah pertama umat Islam dalam memperlihatkan kekuatan militernya secara terbuka pasca hijrah.
Hijrah ke Madinah sendiri terjadi karena tekanan luar biasa dari kaum kafir Quraisy di Makkah: mulai dari penyiksaan, fitnah, hingga embargo ekonomi.

















