Iran Tegas Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan AS
Akhmad Baihaqi Arsyad
TEHERAN, (ERAKINI) - Sikap keras ditunjukkan Mohammad Baqer Qalibaf, negosiator utama sekaligus Ketua Parlemen Iran, yang menegaskan bahwa negaranya tidak akan menerima proses perundingan dengan Amerika Serikat jika dilakukan di bawah ancaman.
Pernyataan tersebut disampaikan Qalibaf melalui unggahan di platform X pada Senin waktu setempat. Ia menilai pendekatan yang digunakan Presiden AS Donald Trump tidak mencerminkan negosiasi yang setara. "Teheran tidak menerima negosiasi dengan AS di bawah ancaman," tegasnya.
Lebih lanjut, Qalibaf juga menyindir strategi Washington dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung. Menurutnya, Trump berupaya menggeser makna perundingan menjadi sesuatu yang tidak adil. "Ia berusaha mengubah meja negosiasi menjadi ‘meja penyerahan diri’," tulis Qalibaf.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan nuklir terbaru yang tengah dirundingkan antara Amerika Serikat dan Iran akan jauh lebih unggul dibanding perjanjian internasional tahun 2015 yang dikenal luas sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin waktu setempat melalui media sosialnya, menanggapi kekhawatiran sejumlah politisi Demokrat dan pakar nuklir yang menilai proses negosiasi saat ini berlangsung terlalu tergesa-gesa untuk isu yang sangat kompleks.

















