Konflik Iran-Israel Memanas, Kemlu Imbau WNI Antisipasi Penerbangan ke Timur Tengah
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Perwakilan RI di Timur Tengah masih terus memantau perkembangan eskalasi yang terjadi pascaserangan balasan yang dilakukan Iran ke Israel, Minggu (14/4/2024) dini hari. Kemlu mengimbau kepada warga negara Indonesia (WNI) agar mengantisipasi jadwal penerbangan ke negara-negara Timur Tengah.
Kemlu RI dalam penyataannya menyebutkan, meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah itu telah menyebabkan beberapa negara melakukan pembatasan atau penutupan wilayah udara, baik untuk penerbangan komersil maupun penerbangan lainnya.
"Bagi WNI yang berencana melakukan perjalanan dengan rute penerbangan melewati wilayah udara atau transit bandara di negara-negara Timur Tengah, diimbau untuk mengantisipasi gangguan jadwal penerbangan (flight disruption) dan segera menghubungi maskapai masing-masing untuk mendapatkan update penerbangan," tulis Kemlu dikutip dari laman resminya.
Kemlu juga mengimbau seluruh WNI yang berencana untuk bepergian ke Iran dan Israel untuk menunda rencana perjalanan. Jika menghadapi situasi kedaruratan agar segera menghubungi nomor hotline Perwakilan RI terdekat atau mengakses aplikasi bergerak Safe Travel Kemlu.
Sejumlah negara seperti Yordania, Israel, Irak, dan Lebanon telah menangguhkan sementara penerbangan yang melalui wilayah udara mereka, setelah Iran mengumumkan peluncuran drone dan rudal balistik ke wilayah Israel.
Menteri Transportasi Lebanon Ali Hamieh mengungkapkan di X bahwa wilayah udara negaranya akan ditutup sementara untuk semua penerbangan mulai pukul 1 hingga 7 pagi waktu setempat sebagai tindakan pencegahan.
Selain itu, Mesir juga menutup wilayah udaranya di tengah eskalasi antara militer Israel dengan Iran.
Sementara Kuwait menyatakan seluruh penerbangan ke negara itu akan dialihkan dari wilayah ketegangan antara Israel dan Iran demi keselamatan penumpang.
Selanjutnya, Yordania menyatakan keadaan darurat dan menutup wilayah udaranya untuk penerbangan. Irak juga mengumumkan penutupan wilayah udaranya dan penangguhan semua penerbangan sipil.
Belum Ada WNI yang Terdampak
Kemlu menyatakan sejauh ini belum ada laporan WNI yang terdampak konflik Iran-Israel tersebut. Meski demikian, Kemlu masih terus lakukan komunikasi dan koordinasi dengan KBRI Amman, KBRI Tehran Perwakilan RI lainnya di Timur Tengah, termasuk situasi para WNI yang tinggal di kawasan tersebut.
KBRI Amman telah menjalin komunikasi dengan para WNI yang menetap di wilayah Israel. Hingga saat ini tidak ada informasi WNI yang terdampak dalam serangan balasan Iran ke Israel.
Database KBRI Amman mencatat terdapat 115 WNI yg berada di Israel. Mayoritas menetap di Jerussalem, Tel Aviv, dan Arava. Sedangkan KBRI Tehran mencatat terdapat 376 WNI yang menetap di Iran. Mayoritas adalah pelajar/mahasiswa di kota Qom.
Sebelumnya, Kemlu telah menyampaikan imbauan kepada para WNI untuk meningkatkan kewaspadaan dan menunda perjalanan ke Iran dan Israel. Dalam kondisi darurat agar segera menghubungi hotline Perwakilan RI terdekat.


















