Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Rabu (24/9/2025). Foto: Antara/Aria Ananda
JAKARTA, (ERAKINI) – PDIP memuji pidatoPresiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (22/9/2025). Dalam pidato perdananya itu Prabowo menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mengecam praktik anti-kemanusiaan di Gaza.
“Apa yang disampaikan Presiden Prabowo sangat kuat secara historis dan ideologis, bahwa kita mendukung kemerdekaan Palestina seluas-luasnya dan mengutuk kekejaman di Gaza,” ujar Hasto di Jakarta, Rabu (24/9).
Menurut Hasto, sikap Presiden sejalan dengan garis politik yang telah lama diperjuangkan Bung Karno, termasuk melalui Konferensi Asia Afrika. “Pidato itu senapas dengan Bung Karno yang konsisten mendukung Palestina sejak Konferensi Asia Afrika. Solidaritas antarbangsa harus terus digalang,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan Palestina bukan hanya tanggung jawab negara-negara Timur Tengah, melainkan kewajiban moral bangsa Indonesia yang sejak awal menolak segala bentuk penjajahan. Karena itu, pesan Presiden di forum PBB dinilai memperkuat komitmen diplomasi Indonesia.
Lebih lanjut, dukungan terhadap Palestina juga terus digaungkan Indonesia dalam forum-forum internasional lainnya, baik melalui parlemen maupun kerja sama masyarakat sipil.
PDIP menegaskan, konsistensi Indonesia memperjuangkan kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi sekaligus implementasi politik luar negeri bebas aktif.
Diketahui, Presiden Prabowo tampil perdana di Sidang Umum PBB, New York, Amerika Serikat, dalam Konferensi Internasional Tingkat Tinggi (KTT) untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara, Senin (22/9).
Konferensi yang dipimpin bersama oleh Prancis dan Arab Saudi ini menjadi salah satu forum penting bagi komunitas internasional untuk meneguhkan kembali komitmen global terhadap solusi dua negara, sekaligus menggalang dukungan nyata bagi implementasinya. Indonesia hadir dengan peran sentral sebagai salah satu anggota core group yang mengawal proses perdamaian tersebut.
Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam forum ini bukan sekadar kehadiran formal. Kehadiran Presiden Prabowo di ruang sidang Majelis Umum PBB menegaskan posisi Indonesia yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan dan pengakuan terhadap Negara Palestina.
Dengan dukungan internasional yang luas, posisi Palestina diharapkan semakin kuat dalam memperjuangkan perdamaian yang adil, bermartabat, dan sesuai dengan prinsip hukum internasional.