Chief Investment Officer (CIO) Danantara atau pelaksana Danantara di bidang investasi, Pandu Patria Sjahrir (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi diluncurkan Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025). Lembaga ini akan mengatur seluruh aset dan kekayaan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan total nilai mencapai Rp14.715 triliun atau setara dengan US$ 900 miliar.
Dasar hukum pembentukan lembaga ini yaitu undang-undang nomor 1 tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha milik Negara dan peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 2025 tentang organisasi dan tata kelola badan pengelola investasi Daya Anagata Nusantara serta Keputusan Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia.
Dalam keppres tersebut, Prabowo menunjuk keponakan Penasihat Presiden, Luhut Binsar Pandjaitan, Pandu Patria Sjahrir menjadi Chief Investment Officer (CIO) Danantara atau pelaksana di bidang investasi.
Seperti apa sosoknya? berikut ulasannya:
Dilansir dari berbagai sumber pada Senin (24/2/2025), Pandu Patria Sjahrir lahir pada 17 Mei 1979. Dia dikenal sebagai salah satu pengusaha batu bara. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur PT Toba Bara Sejahtera serta aktif dalam berbagai perusahaan startup dan investasi.
Dalam menggeluti usahanya tersebut, Pandu bahkan sempat ditunjuk sebagai Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) untuk periode 2018-2021.
Keberhasilannya dalam dunia bisnis dan investasi menjadikannya sosok yang berpengaruh dalam sektor energi dan teknologi di Indonesia.
Kehidupan pribadi
Pandu merupakan putra dari ekonom Sjahrir dan Nurmala Kartini Sjahrir. Keponakan Luhut Binsar Panjaitan ini lahir di Boston, Amerika Serikat, dan memiliki seorang adik bernama Gita Rusmida Sjahrir.
Pada 28 Juni 2008, ia menikah dengan Ratna Marie Kartadjoemena di Washington, D.C. Meski sang ayah sedang dalam kondisi sakit akibat kanker paru-paru, ia tetap menghadiri pernikahan Pandu untuk memberikan wejangan kepada putranya.
Pandu menyelesaikan pendidikan SMA di Phillips Academy Andover, Massachusetts pada tahun 1997. Ia kemudian meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Chicago pada tahun 2000 serta gelar Magister dari Stanford Graduate School of Business. Saat ini, ia juga tengah menyelesaikan studinya di Universitas Tsinghua.
Dalam perjalanan kariernya, Pandu pernah menjabat sebagai Analis di Lehman Brothers (2001-2002), Principal di Byun & Co, Alternative Energy Fund Asia (2002-2005), serta Analis Senior di Matlin & Patterson (2007-2010). Ia kemudian bergabung dengan PT Toba Bara Sejahtera Tbk sebagai Direktur.
Selain itu, Pandu juga menjadi Komisaris di Gojek Indonesia sejak April 2017 serta menjabat sebagai Presiden Komisaris di SEA Group Indonesia, perusahaan yang menaungi platform e-commerce Shopee.
Sebagai Managing Partner di Indies Capital, Pandu telah berperan dalam investasi lebih dari US$ 1 miliar di berbagai sektor, termasuk UMKM dan perusahaan startup. Indies Capital menaungi Indies Pelago dan Agaeti Capital Venture (ACV) Partners yang dikenal sebagai perusahaan investasi tahap awal bagi startup di Asia Tenggara.
Pada 30 Juni 2020, Pandu diangkat sebagai Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2019. Masa jabatannya di BEI berlangsung dari tahun 2020 hingga 2023.
Pengalaman sebagai Pembicara
Selain aktif di dunia bisnis dan investasi, Pandu juga sering berbagi ilmu dan pengalaman sebagai pembicara. Pada 28 Agustus 2018, ia menjadi pembicara utama dalam Workshop Penelitian S-1 Manajemen yang diselenggarakan oleh Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).