CEO Danantara Rosan Roeslani (Foto: Sekretariat Presiden)
JAKARTA, (ERAKINI - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025). Danantara akan mengelola seluruh aset dan kekayaan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan total nilai mencapai Rp14.715 triliun atau setara dengan US$ 900 miliar.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pembentukan bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara melalui investasi strategis di berbagai sektor, seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, dan produksi pangan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% dalam lima tahun ke depan.
Rosan P Roeslani ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara. Selain memimpin Danantara, Rosan saat ini juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Peluncuran Danantara turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo, serta mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma'ruf Amin.
Kehadiran para mantan pemimpin ini menunjukkan dukungan terhadap inisiatif strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional melalui pengelolaan aset negara yang lebih efektif dan efisien.
Sebagai langkah awal, Danantara akan mengonsolidasikan tujuh BUMN besar, yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), PLN, Pertamina, Bank Negara Indonesia (BNI), Telkom Indonesia, dan MIND ID. Penggabungan ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antarperusahaan dan memaksimalkan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Selama ini, Rosan Roeslani dikenal sebagai pengusaha dan pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Rosan lahir 31 Desember 1968.
Pada Pilpres 2024 lalu, Rosan menjabat Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Rosan adalah salah satu pengusaha yang terjun ke dunia politik. Dia dikenal sebagai pendiri Recapital Advisors. Bahkan, ia sempat menduduki peringkat 87 orang terkaya Indonesia versi Forbes tahun 2021 dengan nilai kekayaan mencapai USD450 juta atau setara dengan Rp7.334.878.180.050. Namun merujuk pada LKHPN KPK tahun 2024, harta Rosan Roeslani yakni Rp864,6 Miliar
Rosan menyelesaikan pendidikan sarjana di Oklahoma State University, Amerika Serikat pada 1992. Lulus dari Amerika Serikat, ia memutuskan merantau ke Belgia dan meraih gelar master di bidang adminsitrasi bisnis dari Antwerpen European University di Belgia pada 1995.
Selesai menempuh pendidikan master, Rosan pulang ke Indonesia untuk mendirikan perusahaan konsultasi keuangan bernama PT Republik Indonesia Funding dengan merek dagang Finance Indonesia bersama sahabatnya Sandiaga Uno dan Elvyn Ramli pada 1997. Mereka mengambil peluang dalam krisis moneter Asia Tenggara 1997-1998.
Rosan merupakan sosok yang sudah berpengalaman sebagai pengusaha. Ia juga memiliki latar belakang panjang di organisasi dan pemerintahan. Di bidang organisasi, Rosan sudah aktif sejak kuliah. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Mahasiswa Indonesia di Oklahoma, Amerika Serikat, bersamaan dengan studi S1 di Oklahoma State University.
Dalam kiprah suksesnya, Rosan pernah menjabat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) periode 2015-2020, Ketua Satgas Omnibus Law (2019), Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf (2019), Chief de Mission (CDM) Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020.
Di bidang pemerintahan ia pernah menjabat sebagai Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat (2021-2023), Wakil Menteri BUMN (2023. Selama menjabat dubes tersebut, Rosan sukses menguatnya hubungan kerjasama Indonesia dan Amerika Serikat, terutama sejak Presiden Joe Biden dilantik pada January 2021. Rosan memang mendapat tugas dari Presiden Jokowi untuk memperkuat dan meningkatkan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan pertahanan keamanan antara Indonesia dan Amerika Seriikat.
Peran aktif Rosan memperbaiki hubungan Indonesia dan Amerika Serikat membuat dirinya dianugerahi Henry G Bennett Distinguished Fellow Award oleh Wes Watkins-Oklahoma State University pada tahun 2022.
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas upaya Rosan Perkasa Roeslani dalam mempromosikan pendidikan, pelayanan publik, diplomasi, serta komitmennya terhadap perdamaian global.
Sebelum masa jabatan Rosan sebagai dubes berakhir di akhir 2023, Presiden Jokowi dan Presiden Joe Biden menandatangani kerja sama Kemitraan Komprehensif Strategis Indonesia-Amerika Serikat.
Kerjasama ini adalah bentuk kerjasama level tertinggi antara Indonesia dan Amerika Serikat sejak negara Republik Indonesia berdiri, menempatkan Indonesia sebagai negara yang menjadi partner utama Amerika Serikat, yang hanya disandang oleh beberapa negara.
Berikut daftar jabatan organisasi bisnis, olahraga, politik, dan pemerintahan yang pernah diduduki Rosan Perkasa Roeslani:
Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Anggota Komite Investasi Fortman Cline Asia (2003- 2007).
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial (2010-2015).
Ketua Umum Kadin Indonesia (2015-2020).
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia/PB PABBSI (2015-2021).
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin (2018-2019).
Ketua Satgas Cipta Kerja Omnibus Law periode (2019-2021)
Ketua Badan Penasihat Badan Arbitrase Nasional/BANI (2019-2021).
Chief de Mission untuk Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (2021-2023)