BMKG Sebut Potensi Karhutla dan Hujan Lebat Masih Terpantau di Musim Kemarau
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa potensi karhutla dan hujan lebat masih terpantau di musim kemarau 2025. Hal itu disampaikan oleh BMKG dalam siaran resmi terkait prospek cuaca mingguan.
BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem masih terjadi di sejumlah daerah dalam sepekan ke belakang. “Daerah-daerah tersebut, antara lain Bogor, Jawa Barat – 254 mm/hari; Minangkabau, Sumatera Barat – 176,5 mm/hari ; Teluk Bayur, Sumatera Barat – 136 mm/hari;Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara – 122,0 mm/hari; Fakfak, Papua Barat 110,2 mm/hari,” kata BMKG dilansir dari laman resminya, Rabu (13/8/2025).
Selain itu, lanjut BMKG, peningkatan tren curah hujan signifikan ini juga terlihat jelas di beberapa wilayah, termasuk Sumatera, Jawa bagian barat, Kalimantan, Maluku, dan Papua, yang dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer yang memicu pembentukan awan hujan dan aktivitas konvektif.
Meskipun demikian, kata BMKG, kondisi yang berbeda juga ditunjukkan, yakni dengan terpantaunya Titik Panas (Hotspot) di sejumlah wilayah. Berdasarkan dari Peta Sebaran Titik Panas (Hotspot) yang dikeluarkan BMKG pada 10 Agustus 2025, terpantau adanya 67 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di beberapa daerah.















