Sebanyak 288 Calon Haji Lansia Non Mandiri Disafariwukufkan
Fajar WH
MAKKAH, (ERAKINI) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyafariwukufkan sebanyak 288 calon haji lanjut usia (Lansia) non mandiri atau tanpa pendamping.
"Berdasarkan data yang kami dapatkan dari kepala seksi bahwa jumlah jemaah haji yang akan kita safari hukumkan itu berjumlah 288 itu terdiri dari 11 sektor," ujar Koordinator Safari Wukuf Lansia non Mandiri dr Meldy di Makkah, Rabu (12/6/2024).
Kemenag telah menentukan persyaratan jemaah calon haji lansia dan disabilitas yang akan mengikuti safari wukuf lansia non-mandiri.
Pertama, jemaah calon haji lansia dan disabilitas yang tidak mandiri (tirah baring) dalam melakukan aktivitas sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan dasar (makan, minum, mandi, mobilisasi).
Kedua, jemaah calon haji lansia dan disabilitas yang tidak bisa berjalan atau pengguna kursi roda karena sakit yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
Ketiga, jemaah calon haji lansia dan disabilitas yang memiliki komorbid penyakit kronis seperti jantung, hipertensi, stroke (sedang-berat).
Keempat, jemaah calon haji lansia dan disabilitas yang pulang setelah mendapat perawatan dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dengan kelemahan.
Terakhir, jemaah calon haji lansia dan disabilitas sesuai dengan kriteria risiko tinggi yang ditentukan petugas kloter. Jemaah , kata Meldy, tengah dijemput secara berkala dari hotel pemondokan di tiap sektor ke hotel transit. Letaknya dekat dengan KKHI Makkah.















