Agus Mulyono Herlambang (kedua dari kanan, memegang mik) saat memberikan keterangan usai mendaftar sebagai calon ketua umum PSI (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) - Juru Bicara DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Agus Mulyono Herlambang, resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum (Ketum) PSI. Pendaftaran dilakukan pada hari terakhir penjaringan, Senin (23/6/2025).
Agus mengaku sengaja mendaftar di penghujung waktu pendaftaran untuk memastikan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tidak turut mencalonkan diri.
"Saya sengaja mendaftar di hari terakhir, memastikan guru saya (), tidak mendaftar," ujar Agus.
Selama ini, Agus dikenal luas sebagai aktivis muda dengan latar belakang kuat di dunia pergerakan mahasiswa. Ia merupakan mantan ketua umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PB PMII) 2017-2021 dan telah lama aktif dalam advokasi sosial serta penguatan demokrasi partisipatif di tingkat akar rumput.
Di PSI, Agus menjabat sebagai juru bicara partai dan kerap tampil mewakili sikap politik partai dalam berbagai isu nasional. Gaya komunikasinya yang lugas dan kritis menjadikan Agus sebagai figur yang disegani, baik di internal partai maupun di ruang publik.
Seperti apa sosok Agus Herlambang? berikut ulasannya:
Dilansir dari berbagai sumber pada Senin (23/6/2025), Agus atau yang akrab disapa Mr. Agus lahir di Indramayu, Jawa Barat pada 17 Juni 1988. Dia merupakan putra sulung dari pasangan guru agama yang tinggal di pelosok kampung. Sejak kecil, Agus tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan nuansa pendidikan agama dan nilai-nilai kesederhanaan.
Pendidikan dasarnya ia tempuh di kampung halaman sebelum kemudian melanjutkan ke Pesantren Raudlatut Thalibin di Lengkong, Kuningan, sambil bersekolah formal di MTs Yaspika Kuningan. Setelah lulus MTs, Agus melanjutkan ke MAN Cigugur Kuningan, sembari menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Al-Ma’mur Cipondok, Kadugede.
Kecerdasan Agus sudah tampak sejak usia sekolah. Prestasi akademiknya membawanya menerima undangan seleksi PMDK dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk program studi Seni Rupa pada tahun 2006. Tawaran itu datang melalui jalur Beasiswa Santri Berprestasi, setelah ia memperoleh nilai UAN yang tinggi.
Namun, pilihan hidup membawanya pada arah yang berbeda. Kedua orang tuanya mengharapkan Agus menempuh pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Dia pun mencoba peruntungan ke sana, tetapi tidak berhasil. Gagal ke Mesir dan urung masuk ITB, Agus akhirnya memilih melanjutkan studi S-1 di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, dengan mengambil program studi Sastra Inggris dan lulus pada 2010.
Kecintaannya pada sastra mengantarkan Agus melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Pada tahun 2012, ia diterima di Program Magister Ilmu Susastra, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.
Tak hanya aktif di dunia akademik, Agus juga menunjukkan kiprah yang kuat di dunia organisasi. Di PMII, agus menjadi Ketua Umum PB PMII untuk periode 2017–2021. Kepemimpinannya dikenal visioner, mengakar pada nilai-nilai keislaman progresif dan keberpihakan terhadap kaum muda.
Kini, Agus tetap aktif menyuarakan berbagai isu sosial dan pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan dunia kepemudaan dan mahasiswa. Rekam jejaknya sebagai aktivis pesantren yang menembus pusat-pusat pengambilan kebijakan, menjadikannya sosok yang diperhitungkan dalam peta politik generasi muda Indonesia.
Diketahui, PSI akan menggelar Kongres pada Juli 2025 mendatang. Salah satu agenda dalam Kongres ini yaitu memilih ketua umum baru dengan mekanisme pemilihan raya satu kader satu suara. Sementara hari ini, Senin (23/6/2025) merupakan hari terakhir pendaftaran calon ketua umum.