Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar saat menghadiri Dharmasanti Nasional Tahun 2025 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Sabtu (26/4/2025). (Foto: Kemenag)
Ia juga mengenalkan konsep ekoteologi yang menjadi wujud nyata hubungan umat beragama dengan lingkungannya. Pesan ini disampaikannya dalam acara yang berlangsung di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.
"Ekoteologi ini mestinya akrab dengan warga Hindu. Kami di Kementerian Agama kini memperluas konsep trilogi kerukunan, bukan hanya hubungan antarumat beragama, tapi juga hubungan manusia dengan lingkungan dan Tuhan," ujar Menag Nasaruddin dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Minggu (27/4/2025).
Dalam kesempatan itu, Menag menekankan bahwa Ekoteologi merupakan pendekatan yang mengintegrasikan hubungan manusia dengan sesama, dengan alam, dan dengan Tuhan. Konsep ini, kata dia, sangat relevan dengan prinsip Tri Hita Karana yang dianut umat Hindu.
Penguatan nilai-nilai ekoteologi, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai informasi, ekoteologi merupakan salah satu dari delapan program prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama. Menag menilai, spiritualitas tanpa kesadaran ekologis tidak akan mampu menopang pembangunan berkelanjutan.
Adapun acara Dharmasanti Nasional2025 ini mengusung tema "Manawasewa, Madhawasewa: Mewujudkan Indonesia Emas 2045," yang menegaskan pengabdian kepada sesama sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan.
Menurut Menag, tema tersebut yang dinilai sejalan dengan arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dharmasanti, kata Menag, bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang rekonsiliasi sosial dan spiritual, mempererat rasa persaudaraan setelah menjalani prosesi penyucian diri dalam Catur Brata Penyepian.
"Dharmasanti ini bisa kita sepadankan dengan Halalbihalal dalam Islam, mempertemukan semua pihak untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial," tambahnya.
Hadir dalam acara Dharmasanti Nasional2025 ribuan umat Hindu dari berbagai penjuru tanah air dan dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya dari Bali, Jawa, Sunda, Tamil, serta penampilan musisi Balawan dan penyanyi Maydea.
“Semangat rekonsiliasi sosial dan penguatan nilai ekoteologi yang digaungkan dalam Dharmasanti Nasional dapat menjadi inspirasi dalam membangun bangsa yang harmonis, adil dan lestari,” harap Menag.