9 Fakta Santri Ponpes di Kediri yang Tewas Dianiaya Seniornya
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Kasus santri tewas diduga penganiayaan kembali terjadi. Kali ini, kasus tewasnya seorang santri karena dianiaya terjadi di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al-Hanifiyyah Desa Kranding, wilayah Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Seorang santri PPTQ Al-Hanifiyyah bernama Bintang Balqis Maulana (14) asal Afdeling Kampunganyar, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi meninggal dunia pada Jumat (23/2/2024) karena penganiayaan.
Berikut 9 fakta kasus santri di Kediri yang tewas karena dianiaya!
1. Korban Langsung Diantar ke Rumah
Pihak Ponpes langsung mengantarkan jenazah korban ke rumahnya di Afdeling Kampunganyar, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi tanpa melakukan pelaporan ke Polres Kediri Kota.
Jenazah korban tiba di lokasi pada Sabtu (24/2/2024) malam. Kasus itu pun sempat viral di media sosial lewat sebuah video yang menggambarkan situasi kemarahan keluarga korban kepada sorang pria yang mengantarkan jenazah korban ke Banyuwangi.
Kasusnya itu kemudian dilaporkan oleh Suyanti, ibu korban ke Polsek Glenmore, Banyuwangi, pada Sabtu (24/2/2024). Suyanti tidak terima atas meninggalnya anaknya yang tidak wajar, setelah jenazah anaknya diantarkan oleh pihal pondok.
2. Korban Dikabarkan Tewas Terjatuh di Kamar Mandi
Kakak korban Mia Nur Khasanah (22) mengatakan, pihak ponpes awalnya menyebut bahwa karena terjatuh di kamar mandi. Namun, muncul kecurigaan dari pihak keluarga karena setelah jenazah dikeluarkan dari mobil, darah terus mengucur dari keranda. Pihak keluarga kemudian meminta jasad korban dibuka.
















