Menteri PU: Pemulihan Bencana Sumatera Butuh 2-3 Tahun
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, membutuhkan waktu paling cepat dua tahun. Namun, secara realistis pemerintah menyiapkan rencana pemulihan hingga tiga tahun.
“Paling cepat (pulih) dua tahun. Itu paling cepat. Tapi dalam proposal rencana ke Bappenas, kami menyiapkan skema tiga tahun,” ujar Dody dalam taklimat media perkembangan penanganan bencana di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026), dilansir Antara.
Dody menjelaskan, lamanya proses pemulihan dipengaruhi oleh beragam pekerjaan infrastruktur yang terdampak, mulai dari jalan dan jembatan hingga sektor sumber daya air. Sejumlah proyek fisik membutuhkan waktu panjang dan tidak bisa diselesaikan secara cepat.
Ia mencontohkan pembangunan sabo dam dan cekdam (check dam) yang harus melalui tahapan bertahap, penanganan ruas Tarutung–Sibolga, hingga pemulihan Jalan Tol Lembah Anai yang diperkirakan memerlukan waktu satu hingga dua tahun. “Jadi memang ada beberapa pekerjaan fisik yang tidak bisa cepat selesai,” katanya.

















