Wapres Ma’ruf Amin Sebut Isra’ Mi’raj Sebagai Upaya Meningkatkan Amal Kebaikan
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa Isra’ Mi’raj dimaknai sebagai upaya meningkatkan amal kebaikan, akhlak dan antar hubungan sesama umat Manusia.
Selain itu, mantan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menilai, Isra Mi’raj sebagai upaya meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan dengan melaksanakan kewajiban sebagai umat beragama.
"Isra Mi'raj seharusnya dimaknai sebagai upaya peningkatan takwa umat Islam kepada Tuhan Semesta Alam dengan melaksanakan kewajiban sholat sebagai bentuk pengabdian," ujar Wapres Ma'ruf Amin dalam pernyataannya yang diposting di akun Instagram (IG) @kyai_marufamin, Kamis (8/2/2024).
Pengasuh pesantren An-Nawawi Tanara Serang, Banten ini menambahkan, peristiwa Isra Mi'raj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu di angkat hingga ke Sidratul Muntaha (tempat tertinggi di atas langit ketujuh) dalam satu malam.
Pada malam ini pula, Rasulullah SAW mendapatkan perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan shalat lima waktu.
Sementara itu, menurut Rais Syuriah PBNU periode 2015-2021 KH Zakky Mubarak dalam artikel keislaman berjudul ‘Tanda-tanda Keagungan Allah dalam Isra’ Mi’raj’ (NU Online, 2018) menjelaskan bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj merupakan peristiwa yang luar biasa, yang hanya dapat dipercaya oleh mereka yang beriman, karena peristiwa itu berada di luar jangkauan kemampuan akal manusia.
Oleh sebab itulah, menurut Alumnus pesantren Al-Anwariyah Cirebon ini, dalam Al-Qur’an ayat yang menjelaskan Isra’ dan Mi’raj dimulai dengan lafadz yang artinya Maha Suci Allah. Kalimat itu biasa digunakan dalam bahasa Al-Qur’an untuk menyebutkan hal-hal yang luar biasa dan sangat menakjubkan.
















